TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyerahkan bantuan kendaraan Puskesmas Keliling (Pusling) air kepada tiga puskesmas.
Penyerahan berlangsung di Dermaga Marina Resto, Kota Sorong, pada Senin (23/2/2026).
Baca juga: Apresiasi dan Catatan Senator Mamberob dalam 1 Tahun Pemerintahan Gubernur-Wagub Papua Barat Daya
Tiga puskesmas penerima bantuan yakni Puskesmas Waibon di Distrik Salawati Barat dan Puskesmas Reni di Distrik Ayau, Kabupaten Raja Ampat, serta Puskesmas Kais di Distrik Kais, Kabupaten Sorong Selatan.
Gubernur Elisa Kambu bilang, bantuan ini mampu meningkatkan jangkauan layanan kesehatan, terutama di daerah yang sulit diakses melalui jalur darat.
Baca juga: 17 Pengelola Homestay dan Pokdwarwis se-Papua Barat Daya Terima Hibah, Stimulan Layanan Pariwisata
Program pengadaan Pusling Air ini didanai APBD 2025 Dinas Kesehatan Papua Barat Daya dengan anggaran sekitar Rp4 miliar.
“Ini sebagai upaya memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan dan pesisir,” kata Elisa.
Gubernur asal Maybrat itu mengatakan, armada terapung ini krusial untuk meningkatkan mobilitas tenaga kesehatan dalam menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.
“Fasilitas ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan agar Pusling Air digunakan sepenuhnya untuk pelayanan kesehatan, bukan kepentingan pribadi.
“Fasilitas ini untuk pasien dan kepentingan layanan puskesmas, bukan untuk urusan lain,” katanya.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Papua Barat Daya Minggu 22 Februari 2026, Hujan Merata di PBD, Hindari Bepergian
Bantuan ini, menurut gubernur, mencerminkan komitmen pemerintah dalam menciptakan masyarakat Papua Barat Daya yang sehat, cerdas, dan produktif.
Peran puskesmas tidak sekadar mengobati, tetapi lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif.
“Paling utama adalah bagaimana mencegah penyakit dan meningkatkan kesadaran hidup sehat masyarakat,” ucapnya.
Baca juga: Kota Sorong Cerah, Prakiraan Cuaca Papua Barat Daya Sabtu 21 Februari 2026, Hujan Merata di PBD
Gubernur mendorong tenaga kesehatan aktif memberikan edukasi terkait kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, pencegahan malaria, hingga penanganan stunting.
Perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan sektor kesehatan.
Ia mengajak pemerintah kabupaten/kota serta media massa berperan dalam menyebarluaskan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat Daya Jan Pieter Kambu mengatakan, bahwa bantuan pusling air merupakan pengadaan tahun anggaran 2025 yang direalisasikan pada 2026.
Penentuan lokasi penerima bantuan telah melalui proses survei kebutuhan di lapangan, termasuk mempertimbangkan kondisi armada yang rusak maupun wilayah yang belum memiliki fasilitas pusling air.
“Penyaluran ini berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran,” katanya.
Selain itu, setiap pusling air telah dilengkapi fasilitas medis penunjang serta perangkat GPS untuk memudahkan pemantauan operasional layanan. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)