TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR-Anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Vamelia Ibrahim Ali, memberikan pesan menohok sekaligus motivasi mendalam bagi kaum perempuan dan generasi muda di Bumi Benuanta.
Politisi perempuan ini menyoroti fenomena "lelah dan malas" yang kerap menghinggapi anak muda atau Gen Z saat ini. Ia meminta agar narasi tersebut dipatahkan dengan aksi nyata.
"Pesan saya untuk Gen Z, kita memang sering merasa lelah, tapi jangan sampai malas. Kita harus membuktikan kapasitas kita," kata Vamelia, Senin (23/2/2026).
Menurut Vamelia Ibrahim Ali, tantangan paling berat yang dihadapi perempuan saat ini bukanlah tekanan dari faktor eksternal, melainkan keraguan yang muncul dari dalam diri sendiri.
Baca juga: Anggota Komisi II DPRD Kaltara Dorong Dukungan untuk Industri Kreatif Anak Muda
Ia menegaskan bahwa setiap perempuan memiliki potensi besar yang seringkali terhambat oleh rasa kurang percaya diri.
"Hanya satu, jangan pernah meragukan kapasitas diri kita sendiri. Seringkali hambatan terbesar itu bukan datang dari luar, melainkan dari rasa ragu yang ada di dalam pikiran kita," tegasnya.
Lebih lanjut, Anggota Komisi IV DPRD Kaltara ini juga mengingatkan peran sentral perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
Ia menyebut bahwa perempuan sebagai 'Madrasah Pertama' bagi anak-anak sekaligus motor penggerak ekonomi di lingkungan terkecil.
Vamelia menilai perempuan memiliki kombinasi unik yang tidak dimiliki semua orang.
Baca juga: Anak Muda Malinau Pilih Kerja di Sektor Jasa Dibandingkan Pertanian, Begini Penjelasan BPS
"Kita punya ketelitian dalam melihat masalah. Kontribusi itu tidak harus dimulai dari hal besar. Mulailah dari langkah kecil di lingkungan rumah, kelompok PKK, atau komunitas sekitar," tambahnya.
Oleh karenannya Vamelia mengajak seluruh perempuan di Kaltara untuk membangun ekosistem yang sehat dengan cara saling memberikan dukungan.
Ia meyakini bahwa kekuatan kolektif perempuan adalah kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Kaltara.
"Jadilah perempuan yang saling mendukung, bukan saling menjatuhkan. Karena ketika perempuan saling menjaga, maka tidak ada tantangan yang tidak bisa kita lalui bersama-sama," pungkasnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu