'Lemari Ikut Bergerak' WNI di Kinabalu Ceritakan Detik-detik Gempa M 7.2 di Malaysia
Amiruddin February 23, 2026 03:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Gempa bumi mengguncang wilayah utara Sabah, Malaysia, pada Senin (23/2/2026), dini hari tadi sekitar pukul 00.57 WITA. 

Getaran gempa dirasakan warga di Kota Kinabalu, dan sejumlah wilayah sekitarnya.

Salah seorang Warga Negara Indonesia ( WNI ) yang telah 17 tahun menetap di Kota Kinabalu, Mariani, mengaku terkejut saat gempa terjadi. 

Ia mengatakan, gempa hari ini terjadi saat dirinya tengah tertidur bareng keluarganya.

Mariani lalu dibangunkan oleh sang suami, pasca gempa mengguncang.

"Saat itu saya sedang tidur, kemudian suami membangunkan karena merasakan gempa. 

Tidak lama saya juga merasakan getaran. 

Anak-anak ikut bangun," ujar Mariani, saat dihubungi TribunKaltara.com, Senin siang.

 

GEMPA BUMI MALAYSIA - Suasana di Kota Kinabalu, Malaysia, saat diabadikan pada Senin (23/2/2026). Gempa bumi mengguncang wilayah utara Sabah, Malaysia, pada Senin (23/2/2026), dini hari tadi sekitar pukul 00.57 WITA. (Istimewa/Mariani)
GEMPA BUMI MALAYSIA - Suasana di Kota Kinabalu, Malaysia, saat diabadikan pada Senin (23/2/2026). WNI di Kinabalu, Mariani, ceritakan detik-detik gempa hari ini M 7.2 di utara Sabah, Malaysia, lemari di rumahnya ikut bergerak gegara gempa. (Istimewa/Mariani) (ISTIMEWA)

 

Baca juga: Gempa 7,2 SR Guncang Utara Kinabalu Malaysia, BMKG Pastikan tak Berdampak Signifikan di Tarakan 

 

Menurut Mariani, guncangan gempa bumi terasa sekitar 10 detik. 

Ia bahkan melihat lemari di rumahnya bergerak, akibat getaran gempa tersebut.

Tak hanya keluarganya, para tetangga di sekitar tempat tinggalnya juga merasakan hal serupa. 

Meski demikian, situasi tetap kondusif, dan warga beraktivitas seperti biasa pada pagi harinya.

"Selama saya tinggal di sini, ini gempa kedua yang saya rasakan. 

Tidak trauma karena gempanya kecil, dan tidak parah," katanya.

WNI yang beralamat di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan itu juga menyebutkan, berdasarkan informasi yang beredar di media Malaysia, gempa berpusat di perairan Kota Kinabalu. 

Wilayah yang dilaporkan terdampak yakni perairan Kota Kinabalu, Kudat, serta Kundasang di wilayah Sabah.

Hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait kerusakan bangunan maupun korban luka. 

Belum ada  imbauan khusus dari pihak Konsulat atau Kedutaan Republik Indonesia setempat.

Sementara itu, aktivitas masyarakat di Kota Kinabalu saat ini kata Mariani, terpantau berjalan normal seperti biasa.

 

ILUSTRASI GEMPA BUMI - Seismograf yang menunjukkan terjadinya gempa bumi. WNI di Kinabalu, Mariani, ceritakan detik-detik gempa hari ini M 7.2 di utara Sabah, Malaysia, lemari di rumahnya ikut bergerak gegara gempa. TribunKaltara.com/Cornel Dimas Satrio
ILUSTRASI GEMPA BUMI - Seismograf yang menunjukkan terjadinya gempa bumi. WNI di Kinabalu, Mariani, ceritakan detik-detik gempa hari ini M 7.2 di utara Sabah, Malaysia, lemari di rumahnya ikut bergerak gegara gempa. TribunKaltara.com/Cornel Dimas Satrio (TribunKaltara.com/Cornel Dimas Satrio)

 

Baca juga: Kesaksian Warga Sebatik Nunukan Rumahnya Bergoyang saat Gempa M 7.2 Hantam Utara Sabah Malaysia

 

BMKG Pastikan tak Berdampak Signifikan

Getaran gempa tersebut turut dirasakan sebagian warga di Kalimantan Utara, khususnya di Tarakan dan Nunukan.

Kepala BMKG Tarakan, M Sulam Khilmi, menjelaskan gempa yang terjadi merupakan gempa dalam dengan magnitudo hasil pemutakhiran sebesar magnitudo 7,2 SR.

Dalam hal ini mulanya, BMKG Tarakan merilis data awal kekuatan gempa sebesar 7,1 SR.

Kemudian data terakhir diterima sebesar 7,2 SR. 

M Sulam Khilmi menjelaskan, prinsip BMKG Tarakan dalam menyampaikan informasi gempa itu yang pertama adalah kecepatan. 

"Masyarakat ingin tahu cepat, jadi informasi awal segera kami rilis.

Setelah itu tetap dilakukan analisis lebih mendalam, sehingga sering ada pemutakhiran data.

Contohnya tadi dari 7,1 menjadi 7,2,” jelas M Sulam Khilmi, yang diwawancarai pagi tadi di Kantor BMKG Tarakan.

M Sulam Khilmi menegaskan, perubahan angka magnitudo tersebut merupakan hal yang wajar dalam proses analisis gempa.

“Dalam gempa bumi memang ada istilah pemutakhiran.

Jadi setelah analisis lebih detail, bisa saja angkanya sedikit berubah.

Tapi biasanya tidak terlalu jauh,” kata M Sulam Khilmi

Menurut M Sulam Khilmi, gempa yang berpusat di utara Kinabalu itu tergolong gempa sangat dalam, dengan kedalaman lebih dari 600 kilometer.

“Karena ini gempa dalam, walaupun magnitudonya besar 7,2, dampak yang dirasakan masyarakat Kalimantan Utara tidak signifikan.

Skala tertinggi yang dirasakan itu hanya sekitar 2 sampai 3 MMI, seperti ada truk lewat,” ujarnya.

 

GEMPA BUMI MALAYSIA - Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi saat memberikan penjelasan gempa yang terjadi di Kinabalu dan dampaknya di Tarakan. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
GEMPA BUMI MALAYSIA - Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi saat memberikan penjelasan gempa yang terjadi di Kinabalu dan dampaknya di Tarakan. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH (TribunKaltara.com/Andi Pausiah)

 

Baca juga: BPBD Tarakan tak Terima Laporan Usai Gempa Malaysia M 7.2, Warga Kampung Satu Ngaku Rasakan Getaran

 

Berdasarkan laporan yang masuk ke BMKG, wilayah yang merasakan getaran hanya Nunukan dan Tarakan.

“Yang melaporkan merasakan itu Nunukan dan Tarakan.

Wilayah lain di Kaltara tidak ada laporan.

Di Nunukan skala 3 MMI, di Tarakan sekitar 2 MMI.

Tidak ada yang mencapai skala 4 MMI,” tegasnya.

M Sulam Khilmi memastikan bahwa tidak ada titik gempa di Tarakan.

“Pusat gempa hanya satu, berada di sebelah utara Pulau Kalimantan, dekat wilayah Kinabalu.

Di Tarakan hanya merasakan guncangannya saja.

Jadi tidak ada titik gempa di Tarakan,” jelas M Sulam Khilmi

Ia melanjutkan hasil analisis BMKG, gempa tersebut terjadi akibat deformasi dalam lempeng Laut Filipina.

“Jenis gempa ini akibat deformasi dalam lempeng Laut Filipina, dengan mekanisme pergerakan sesar naik,” ungkapnya.

Karena kedalamannya yang sangat dalam, energi gempa melemah saat mencapai permukaan sehingga tidak menimbulkan kerusakan di wilayah Kalimantan Utara.

Sulam menerangkan, laporan warga yang merasakan gempa sebagian besar masuk melalui aplikasi Info BMKG serta grup komunikasi internal.

“Ada yang mengklik di aplikasi Info BMKG, ada juga laporan melalui grup WhatsApp.

Itu kemudian kami padukan dengan data instrumen yang ada,” katanya.

Namun tidak ada laporan rinci berdasarkan kecamatan seperti Tarakan Timur atau Tarakan Barat.

“Rata-rata mereka mengklik di aplikasi, tidak menuliskan detail posisi secara manual,” tukasnya.


(*)


(TribunKaltara.com/Fatimah Majid)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.