Alia Idrus dari Fraksi PDIP Kunjungi Keluarga Gendu Bentio di Lawua, Soroti Rumah Tak Layak Huni
Regina Goldie February 23, 2026 01:29 PM

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Anggota DPRD Kabupaten Sigi dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Alia Idrus, mengunjungi keluarga Gendu Bentio di Desa Lawua, Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi.

Di desa yang dikenal sebagai salah satu desa wisata di Kecamatan Kulawi Selatan itu, Alia mendapati kondisi pasangan suami istri lanjut usia, Gendu Bentio dan Raheli, yang tinggal di sebuah gubuk berukuran sekitar 2,5 x 3 meter di tepi sungai.

Rumah tersebut hanya berfungsi sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan. Tidak tersedia penerangan listrik, serta tidak memiliki WC dan kamar mandi. Untuk mandi dan buang air, keduanya harus memanfaatkan sungai yang berada tepat di samping rumah mereka.

Dalam kunjungannya, Alia Idrus juga membawa bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga tersebut.

Baca juga: Polisi Selidiki Penganiayaan Ibu Muda di Desa Lolu, Polsek Biromaru Turun Olah TKP

Melalui sambungan WhatsApp, Senin (23/2/2026), kepada TribunPalu.com, Alia Idrus berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius terhadap warga kurang mampu, khususnya melalui program bantuan rumah layak huni bagi lansia dan janda kurang mampu.

“Pemerintah harus hadir bagi masyarakat kurang mampu. Memastikan pemberian bantuan benar-benar tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Alia Idrus yang juga Ketua Umum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia ( PBVSI Sigi ).

• Operasi Pekat Tinombala 2026, Polda Sulteng Sasar Geng Motor dan Tertibkan Parkir Liar di Kota Palu

Ia menambahkan, pemerintah dan DPRD tentu memiliki keterbatasan dalam mengidentifikasi seluruh kondisi masyarakat di lapangan. 

Karena itu, peran aktif masyarakat, aparat desa, hingga pihak kecamatan sangat dibutuhkan untuk melaporkan dan mengusulkan warga yang benar-benar layak menerima bantuan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, serta perangkat desa menjadi kunci agar program bantuan sosial, khususnya perbaikan rumah tidak layak huni, dapat tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.