RSUD Camba Dapat Suntikan Rp10 Miliar, Fokus BMHP hingga Insentif Dokter
Sakinah Sudin February 23, 2026 02:19 PM


TRIBUNMAROS.COM, MAROS — Pemerintah Kabupaten Maros menggelontorkan anggaran sekitar Rp10 miliar mendukung operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Camba tahun 2026.

RSUD adalah institusi pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah (provinsi atau kabupaten/kota) yang menyediakan layanan medis paripurna.

Termasuk rawat jalan, rawat inap, dan gawat darurat. RSUD berfungsi sebagai pusat rujukan bagi masyarakat dan Puskesmas, serta seringkali bertindak sebagai rumah sakit pendidikan.

RSUD Camba berlokasi di Kelurahan Mario Pulana, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan resmi beroperasi penuh, Senin, (29/12/2025) lalu.

Jarak dari RSUD Camba ke Kecamatan Turikale (pusat kota Maros) adalah sekitar 48,6 kilometer (Km).

Waktu tempuh sekitar 1 jam 9 menit dengan kendaraan bermotor melalui rute utama Jl. Poros Bantimurung / Jl. Poros Maros-Soppeng.

RSUD Camba dikhususkan untuk melayani pasien dari wilayah pegunungan, Camba, Cenrana dan Mallawa.

Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan, anggaran Rp10 miliar itu difokuskan untuk sejumlah kebutuhan penting rumah sakit.

Seperti belanja bahan medis habis pakai (BMHP), pembayaran tenaga outsourcing, biaya operasional, hingga insentif bagi dokter spesialis dan tenaga paramedis.

Chaidir Syam mengaku telah melakukan monitoring ke rumah sakit tersebut beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungannya, ia mengecek buku pelayanan guna memastikan aktivitas layanan kesehatan berjalan aktif.

“Kami cek di buku pelayanan, sudah banyak pelayanan kepada masyarakat,” kata Chaidir Syam, Senin (23/2/2026).

Menurut Chaidir, dari sisi pelayanan medis, RSUD Camba dinilai sudah berjalan maksimal.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah catatan terkait infrastruktur yang perlu dibenahi.

Ia menyebut, beberapa titik yang menjadi perhatian yakni akses jalan menuju rumah dinas, perbaikan drainase, serta penataan area parkir.

“Kalau untuk pelayanan sudah maksimal. Secara infrastruktur masih ada sedikit yang perlu pembenahan,” ujar Chaidir Syam.

Terkait ketersediaan alat kesehatan, Chaidir memastikan peralatan yang ada saat ini masih mencukupi untuk kebutuhan pelayanan.

“Alhamdulillah untuk alkes yang ada sudah cukup untuk saat ini dan dimanfaatkan untuk pelayanan,” imbuhnya.

Pemkab Maros, lanjutnya, juga terus mendorong peningkatan mutu layanan sembari menunggu proses pendampingan akreditasi rumah sakit tersebut.

Saat ini RSUD Camba memiliki kapasitas 50 tempat tidur dan didukung sekitar 130 tenaga kesehatan.

Rumah sakit tersebut tidak hanya melayani warga di tiga kecamatan sekitar, tetapi juga terbuka bagi masyarakat dari daerah lain.

Chaidir menyebut, warga dari luar daerah yang melintas dan membutuhkan penanganan darurat juga bisa langsung mendapatkan layanan.

“Bahkan warga dari Bone, Sinjai, atau Soppeng yang melintas dan membutuhkan layanan darurat bisa langsung masuk ke RSUD Camba,” jelas Chaidir Syam.

Untuk menunjang operasional, sebagian besar tenaga kesehatan RSUD Camba berasal dari tiga puskesmas setempat serta dari RSUD dr La Palaloi.

Sementara itu, Ketua DPRD Maros Muh Gemilang Pagessa meminta agar kualitas pelayanan RSUD Camba terus ditingkatkan.

Ia menegaskan DPRD akan rutin melakukan pengawasan terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

“Kami juga akan menerima dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait pelayanan rumah sakit,” kata Muh Gemilang Pagessa. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.