Siswi Sekolah Rakyat Jadi Atlet Karate Telah Raih 16 Medali, Kini Beradaptasi Lebih Disiplin
Content Writer February 23, 2026 06:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Ayu Rayyanah atau akrab disapa Rayya (15), siswi kelas 10 Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Surabaya, Jawa Timur, punya impian menjadi atlet karate. 

Selain bakatnya di cabang olahraga bela diri itu, Rayya juga pintar beradaptasi dengan nilai-nilai kedisiplinan di Sekolah Rakyat.

"Senang sih, soalnya kayak buat pengalaman baru. Jadi bisa ketemu teman-teman, bisa mandiri, terus bisa meringankan orang tua juga," kata Rayya di SRMA 21 Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Bungsu dari empat bersaudara ini memang langsung antusias ketika pertama kali mendengar kabar dirinya memenuhi persyaratan masuk Sekolah Rakyat.

Meski, masa awal di asrama Sekolah Rakyat, diakuinya memang tak mudah. Ia harus hidup bersama teman-teman baru yang datang dari latar belakang berbeda.

"Kadang enggak bisa nyambung, atau enggak bisa menerima kita," ujarnya mengenang masa adaptasi.

Butuh waktu sekitar sebulan bagi Rayya untuk merasa benar-benar nyaman. Lama-kelamaan ia belajar mengenal karakter teman-temannya dan menemukan ritme hidup baru di tempat yang mengharuskannya bangun setiap pukul 03.00 WIB.

"Awal-awal itu susah banget. Masih ngantuk, harus mandi pagi-pagi banget, dingin. Tapi karena bareng teman-teman, jadi seru," katanya.

Rayya mulai bisa beradaptasi dengan jadwal dan suasana belajar Sekolah Rakyat. Ia justru mulai betah karena suasana belajarnya berbeda dengan di rumah. Pasalnya, ia justru lebih mudah memahami pelajaran saat diajari guru-guru Sekolah Rakyat.

"Guru-gurunya asyik-asyik, seru-seru. Jadi menangkap pelajaran itu cepat. Kadang di sela pelajaran, ada ice breaking atau bercanda bareng. Jadi enggak tegang," katanya.

Hal paling berkesan selama tinggal di asrama baginya yaitu tumbuhnya rasa kebersamaan serta berbagi.

"Di sini kita saling merangkul. Kalau ada masalah, cerita. Kalau senang, bareng-bareng. Jadi walaupun belajar, tetap banyak senangnya," jelas Raya.

Di balik kehidupan barunya di Sekolah Rakyat, Rayya ternyata juga menekuni karate. Ia mulai tertarik karate sejak kecil, hanya karena melihat anak-anak memakai seragam karate yang terlihat keren.

Saat kelas 6 SD, ia mendapat kesempatan bergabung dengan klub. Prestasinya mulai terlihat sejak SMP, dengan total 15–16 medali dari berbagai kejuaraan, termasuk tingkat internasional.

Baca juga: Kunker ke Kebumen, Mensos Gus Ipul: Negara Hadir Lewat Sekolah Rakyat

Ia berhasil meraih tiga medali emas, sisanya perak dan perunggu. Salah satu kejuaraan terbarunya, ia meraih juara dua Kejuaraan Gojukai Jawa Timur Championship 2025 dan juara 2 Kejuaraan Piala Bergilir Pemprov Jawa Timur III. Meskipun tinggal di asrama Sekolah Rakyat, Rayya tetap rutin berlatih setiap akhir pekan di UKM universitas terdekat.

"Aku suka karate karena bisa jaga diri, terus jadi prestasi juga. Bisa ngeringanin beban orang tua," katanya.

Rayya berniat akan terus menekuni dunia olahraga. Bahkan ia berniat untuk melanjutkan kuliah di bidang olahraga atau masuk akademi militer.

Baca juga: Kunjungan Rutin ke Sekolah Rakyat, Orang Tua: Banyak Perubahan Signifikan pada Anak

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.