Jalan Kalimantan dan Arif Rahman Hakim Gorontalo Macet Parah Jelang Buka Puasa
Fadri Kidjab February 23, 2026 06:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Hujan yang mengguyur Kota Gorontalo pada Senin sore (23/02/2026) seolah menjadi pemicu kemacetan di sejumlah ruas jalan utama. 

Menjelang waktu berbuka puasa, arus kendaraan meningkat tajam hingga menyebabkan beberapa titik lumpuh total, terutama di kawasan pertigaan Jalan Kalimantan dan Jalan Madura.

Pantauan TribunGorontalo.com di lapangan sekitar pukul 16.00 WITA, sesaat setelah hujan reda, volume kendaraan mulai merayap naik. Sepeda motor, bentor (becak motor), hingga mobil pribadi tampak memadati jalan dari berbagai arah secara bersamaan.

Situasi kian padat saat jarum jam menunjukkan pukul 16.50 WITA. Di pertigaan Jalan Kalimantan–Jalan Madura, kendaraan dari arah utara, selatan, dan timur saling mengunci sehingga tidak ada ruang untuk bergerak. Klakson bersahutan dari para pengendara yang tampak gelisah; sebagian bahkan turun dari kendaraan untuk mencari celah jalan, namun hasilnya nihil.

Kendaraan roda dua, roda tiga, hingga roda empat tertumpuk di tengah pertigaan, menyebabkan arus lalu lintas sempat berhenti total selama beberapa menit. 

Kondisi ini menguji kesabaran para pengendara yang sedang berpuasa dan diburu waktu untuk berbuka di rumah.

"Jalan Madura dan Jalan Kalimantan ini memang langganan macet. Bukan hanya saat Ramadan, pada hari biasa pun terkadang macet," ujar Fikran Mahmud, warga sekitar, kepada TribunGorontalo.com. 
Menurutnya, ruas jalan tersebut merupakan akses utama warga sehingga beban lalu lintas sangat tinggi, terutama pada jam sibuk sore hari.

Kemacetan, lanjut Fikran, diperparah oleh maraknya pedagang takjil di sepanjang bahu jalan. Banyak pengendara yang berhenti mendadak untuk membeli hidangan berbuka, sementara kendaraan lain terpaksa melambat karena ruang jalan menyempit. 

"Salah satu penyebab macet adalah kendaraan yang parkir sembarangan di pinggir jalan karena ingin membeli takjil," jelasnya.

Situasi serupa terjadi di Jalan Arif Rahman Hakim. Jalur ini mengalami peningkatan arus kendaraan yang signifikan, baik yang mengarah ke Jalan Jenderal Sudirman maupun ke Jalan John Aryo Katili. Kendaraan dari pusat kota dan kawasan pemukiman bertemu di ruas ini, menciptakan antrean panjang yang bergerak lambat.

"Sudah biasa macet di area sini karena kendaraan dari pusat kota pasti banyak yang lewat, jadi volumenya meningkat drastis," ungkap Jefri Ismail sambil menunjuk arus kendaraan yang terus berdatangan.

Berbeda dengan kondisi tersebut, pantauan TribunGorontalo.com di Jalan Nani Wartabone menunjukkan arus lalu lintas yang relatif lengang. 

Sementara di Jalan Jenderal Sudirman, meski terjadi peningkatan jumlah kendaraan, tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang. Arus terpantau tetap mengalir, meski dengan kecepatan lebih rendah dibandingkan siang hari.

Baca juga: Parkir Liar Picu Kemacetan di Jalan HOS Cokroaminoto, Polantas Gorontalo Gencarkan Patroli

Potret kemacetan di Jalan Kalimantan dan Jalan Arif Rahman Hakim
JALANAN MACET -- Potret kemacetan di Jalan Kalimantan dan Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Gorontalo, Senin (23/2/2026). (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)

Di sejumlah titik padat, petugas Dinas Perhubungan Kota Gorontalo bersama personel kepolisian tampak berjaga untuk mengatur lalu lintas. 

Petugas berupaya mengurai simpul kemacetan dengan sistem buka-tutup kendaraan secara bergantian, meski upaya tersebut kerap terkendala oleh parkir liar dan tingginya volume kendaraan.

Lonjakan kendaraan menjelang berbuka puasa memang menjadi pola tahunan di Kota Gorontalo. 

Namun, kemacetan di Jalan Kalimantan dan Jalan Arif Rahman Hakim berdampak luas bagi masyarakat, mulai dari menghambat mobilitas, meningkatkan risiko kecelakaan, hingga memicu emosi pengendara.

Di sisi lain, pemberlakuan sistem satu arah di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Nani Wartabone terbukti cukup efektif membantu mengurai kepadatan. 

Arus kendaraan di dua ruas ini tampak lebih tertata dan tidak menumpuk di satu titik. Hal ini menunjukkan bahwa pengaturan lalu lintas yang tepat memberikan dampak langsung bagi kenyamanan masyarakat.

Kemacetan jelang berbuka bukan sekadar persoalan tumpukan kendaraan, melainkan menyangkut kenyamanan warga kota. Informasi ini menjadi pengingat bagi pengendara untuk mengatur waktu perjalanan lebih awal atau memilih jalur alternatif. 

Di sisi lain, pemerintah daerah diharapkan memperkuat pengawasan parkir dan penataan pedagang musiman selama Ramadan.

Sebagai informasi, bagi warga yang ingin menghindari kepadatan, terdapat beberapa jalur alternatif yang relatif lancar, di antaranya Jalan Pangeran Hidayat, Jalan Jaksa Agung Suprapto, dan Jalan Ahmad Najamudin. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.