Terbang Langsung ke NTT, Dedi Mulyadi Jemput Belasan Perempuan Warga Jabar yang Jadi Korban TPPO
Ines Noviadzani February 23, 2026 07:34 PM

Grid.ID - Dedi Mulyadi terbang langsung ke NTT (Nusa Tenggara Timur) untuk membahas mengenai belasan warga Jabar (Jawa Barat) yang menjadi korban TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang).

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terbang langsung ke Maumere, Kabupaten Sika, NTT. Tujuannya tak lain untuk membahas mengenai permasalahan soal TPPO di tempat hiburan malam kota tersebut.

Diketahui, pria yang akrab disapa KDM ini langsung mendatangi kantor TRUK-F di Biara Susteran SSpS Maumere, Jl A.Yani, No.30, Maumere, Kabupaten Sikka, pada Senin (23/2/2026). Pertemuan antara pihak Truk-F dan Dedi berlangsung secara tertutup tanpa akses media.

Curhatan Korban TPPO

Diketahui setidaknya ada sebanyak 13 korban yang ditawari pekerjaan di tempat hiburan bernama Pub Eltras. Mereka awalnya diiming-imingi gaji besar hingga fasilitas mewah.

Namun saat tiba di lokasi, semuanya tidak sesuai dengan harapan mereka. Selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun mereka bekerja di sana hingga akhirnya meminta bantuan kepada Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F) yang diketuai Biarawati bernama Suster Ika.

Bersama Suster Ika, sebanyak 13 korban TPPO melakukan komunikasi dengan Dedi Mulyadi melalui sambungan video call. Salah satunya adalah korban berinisial N (20) yang merupakan warga Cikalong Kulon, Cianjur.

N mengaku dirinya bekerja di tempat hiburan karena diajak oleh temannya. Ia menceritakan bahwa dirinya diajak menjadi pemandu lagu atau Lady Companion (LC) di Pub Eltras.

"Awalnya diajak temen orang Cikalong juga, sekarang dia masih di sana, yang hamil itu," ujar N, dikutip dari Tribun Jabar.

Kemudian saat direkrut bekerja, ia menjalani kontrak kerja yang dilakukan di atas materai. Namun semua yang diterima tak sesuai dengan kontrak yang ada.

N mengaku dirinya justru harus membayar semua fasilitas menjadi utang atau kasbon. Selain itu, ia juga mengaku telah mengalami kekerasan saat bekerja.

"Tahunya pas sampe sana, kita kan gak ada baju, jadi malah disuruh kasbon," ungkap N.

Menanggapi ada belasan perempuan warga Jabar menjadi korban TPPO, Dedi Mulyadi terbang langsung ke NTT. Tujuannya tak lain adalah untuk membahas mengenai kasus yang terjadi.

Dia menegaskan bahwa pihaknya hanya akan menangani mereka yang mengalami masalah. Dengan prioritas utamanya adalah korban yang mengalami eksploitasi dan tidak mendapatkan kepastian upah serta mengalami kekerasan.

"Yang kita tangani adalah orang bekerja mengalami masalah," ujar Dedi, dikutip dari Kompas.com.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.