TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Pemilik kapal KLM Rezki Aqila 03 bernama Januaedi mengungkap kerugiannya pasca kapalnya tenggelam.
Kapal kayu miliknya tenggelam saat mengangkut 1.480 tabung elpiji ukuran 3 kilogram dari Leppe Bulukumba ke Selayar Sabtu (21/2/2026).
Pasca kapalnya tenggelam di perbatasan perairan Bulukumba-Selayar, Junaedi syok.
Ia mengaku bahwa harga kapalnya di atas harga Rp700 juta.
Belum termasuk perlatan seperti mesin dan perlengkapan lainnya.
Ia ungkap kerugiannya diperkirakan Rp1 Miliar.
"Kerugian kami lebih Rp 1 miliar sudah termasuk kapal dan tabung," kata Junaedi, Senin (23/2/2026).
Ia menceritakan bahwa kapalnya tenggelam di perairan Lemo-lemo Bone Kebo, perbatasan Bulukumba-Kepulauan Selayar pada pukul 07.30 Wita pagi tadi.
Kapal ini mengangkut 4.480 tabung elpiji ukuran 3 kilogram.
Tabung elpiji ini untuk kebutuhan rumah tangga warga Benteng, Ibukota Selayar.
Kapal mereka tenggelam setelah mengalami kebocoran dan dilanda gelombang 1,5 meter.
Ia uangkapkan bahwa awalnya kapalnya berjalan normal.
Berselang satu jam pelayaran dari Pelabuhan Leppe ke Pelabuhan Pamatata, air laut masuk dari bawah lambung kapal.
Tiga mesin pompa alkon dinyalakan untuk memompa air.
Air semakin deras, tiga mesin pompa semakin tak berdaya memompa air laut yang mulai merendam mesin. (*)
Tak Pengaruhi Kebutuhan Warga Benteng Selayar
Kabag Ekonomi Setda Kepulauan Selayar, Mursalim, mengatakan bahwa peristiwa itu tidak mempengaruhi kebutuhan warga.
" Persitiwa ini tidak mengganggu pasokan. Karena agen di Bulukumba sudah mengirim tabung pengganti yang tenggelam," katanya kepada wartawan di Selayar.
Meski demikian, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak distributor pertamina agar kebutuhan masyarakat Selayar terpenuhi.(*)