TRIBUNJATIM.COM - Muhammad Haris Damanhuri Romly atau yang akrab disapa Gus Haris adalah Bupati Probolinggo periode 2025-2030.
Ia dilantik pada 20 Februari 2025 dan memimpin Kabupaten Probolinggo bersama wakilnya, Fahmi AHZ (Ra Fahmi), usai memenangkan Pilkada 2024.
Gus Haris dikenal sebagai figur yang lahir dari lingkungan pesantren, berprofesi sebagai dokter, serta aktif di dunia organisasi, keagamaan, dan politik.
Latar belakang itulah yang membentuk karakternya sebagai pemimpin religius nan visioner di Kabupaten Probolinggo, daerah yang memiliki 24 kecamatan dengan 5 kelurahan dan 325 desa.
Karenanya, sosok dan profil Gus Haris menarik untuk diulas.
Lahir dari Keluarga Pesantren
Muhammad Haris Damanhuri Romly lahir pada 27 September 1974.
Ia merupakan putra pertama almarhum K.H. Damanhuri Romly dan Ny. Hj. Diana Susilowati atau Ning Sus.
Ia juga merupakan keponakan dari K.H. Moh. Hasan Mutawakkil ‘Alallah, pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong di Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.
Lingkungan pesantren sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak kecil.
Gus Haris menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang, yang didirikan oleh KH Romly Tamim, kakeknya.
Di lingkungan pesantren, ia dikenal sebagai sosok pendakwah yang dekat dengan generasi muda, bahkan memanfaatkan media musik sebagai sarana dakwah.
Saat ini, dirinya juga aktif sebagai Kepala Biro Kepesantrenan di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong serta mengelola bidang kesehatan di lingkungan pesantren.
Baca juga: Sosok dan Profil Hari Wuryanto, Berawal dari Bankir hingga Menjadi Bupati Madiun
Pendidikan Kedokteran hingga Magister
Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 1 Mancar, Peterongan, Jombang.
Kemudian, ia melanjutkan ke SMP Darul Ulum 1 dan SMA Darul Ulum 3 Peterongan.
Setelah lulus SMA pada 1992, Gus Haris melanjutkan studi ke Semarang.
Ia menempuh pendidikan S1 Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter di Universitas Islam Sultan Agung.
Tak berhenti di situ, Gus Haris juga melanjutkan studi Magister Ilmu Biomedik di Universitas Diponegoro.
Usai menyelesaikan pendidikan, ia sempat menetap selama setahun di Semarang untuk membuka praktik dokter umum sebelum akhirnya kembali ke Probolinggo.
Aktif di Organisasi dan Dunia Politik
Sebelum terjun ke dunia politik, Gus Haris telah aktif dalam berbagai organisasi.
Di bidang ekonomi dan kewirausahaan, ia menjabat sebagai Dewan Kehormatan BPC HIPMI Kabupaten Probolinggo serta Wakil Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Kabupaten Probolinggo.
Di sektor pertanian, ia dipercaya sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Kabupaten Probolinggo.
Sementara di bidang keagamaan dan kepemudaan, ia pernah menjadi Wakil Ketua Lembaga Kesehatan PWNU Jawa Timur, Anggota Dewan Penasehat PW GP Ansor Jawa Timur, serta Ketua Komisariat Pagar Nusa Genggong.
Di ranah politik, Gus Haris dipercaya sebagai Ketua Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra Probolinggo.
Langkah politiknya mencapai puncak saat maju dalam Pilkada Probolinggo 2024 dan berpasangan dengan Ra Fahmi.
Berdasarkan rekapitulasi KPU, pasangan ini meraih 492.212 suara atau sekitar 80 persen lebih suara sah.
Dilantik Presiden di Istana Negara
Gus Haris dan Ra Fahmi resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada 20 Februari 2025.
Pelantikan tersebut menjadi momen bersejarah karena dilakukan secara serentak bersama ratusan kepala daerah lainnya di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Presiden menegaskan bahwa kepala daerah adalah pelayan rakyat yang harus menjaga amanah dan bekerja untuk kesejahteraan masyarakat.
Usai pelantikan, Gus Haris menyampaikan komitmennya untuk mengajak seluruh masyarakat bersatu dalam membangun Kabupaten Probolinggo tanpa sekat akibat dinamika Pilkada.
Visi SAE dan Program Prioritas
Dalam kepemimpinannya, Gus Haris mengusung visi terwujudnya Kabupaten Probolinggo SAE, yakni Sejahtera, Amanah–Religius serta Eksis Berdaya Saing, sebagai arah pembangunan lima tahun ke depan.
Visi tersebut dijabarkan dalam sejumlah misi, di antaranya tata kelola pemerintahan antikorupsi dan inovatif, penguatan ekonomi berbasis desa dan komunitas, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, percepatan pembangunan infrastruktur, serta pemberdayaan kelompok rentan.
Konsep SAE juga dimaknai sebagai semangat “Sami-sami Andandani Ekonomi”, yakni bersama-sama memperbaiki ekonomi daerah.
Baca juga: Sosok dan Profil Sanusi, Mantan Sopir Kiai yang Sukses jadi Bupati Malang Dua Periode
Dalam 100 hari kerja pertama, Gus Haris memprioritaskan akselerasi pembangunan, termasuk pembaruan wajah Kota Kraksaan, revitalisasi Alun-alun Kraksaan, reformasi birokrasi, serta peningkatan pelayanan kesehatan.
Program tersebut, dirancang agar masyarakat segera merasakan dampak nyata dari kepemimpinan baru.
Dengan latar belakang pendidikan sejak pesantren hingga perguruan tinggi, serta pengalaman organisasi lintas sektor, Gus Haris diharapkan mampu membawa Kabupaten Probolinggo menuju arah yang lebih maju dan berdaya saing.