Kecewa Berat! Johnny Jansen Tak Habis Pikir Bali United Kena Comeback PSIM usai Unggul 3 Gol
Wila Wildayanti February 24, 2026 09:34 AM

MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM
Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengaku kecewa berat karena tak habis pikir Serdadu Tridatu kena comeback PSIM Yogyakarta meski sempat unggul tiga gol di pekan ke-22 Super League 2025-2026.

BOLASPORT.COM - Pelatih Bali United, Johnny Jansen, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya setelah Serdadu Tridatu dipaksa bermain imbang oleh PSIM Yogyakarta. Padahal, mereka sempat unggul telak tiga gol di awal laga.

Bali United memang dipaksa puas dengan hanya membawa pulang 1 poin seusai ditahan imbang PSIM 3-3 dalam laga pekan ke-22 Super League 2025-2026.

Pertandingan yang bergulir di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (23/2/2026) itu, berlangsung dramatis.

Pasalnya, dalam laga ini Bali United sebenarnya sempat memimpin lebih dulu dan tampil menyakinkan.

Tim asuhan Johnny Jansen sempat memimpin lewat gol yang dicetak Thijmen Goppel pada menit ke-23, Tim Receveur (45+3), dan Irfan Jaya (55’).

Namun meski tertinggal 0-3, PSIM tak menyerah dan terus mencoba menekan pertahanan Bali United.

Akhirnya, Savio Sheva sukses mencetak gol pada menit ke-65 dan momen ini membuat para pemain PSIM semakin bekerja keras.

Perjuangan PSIM membuat pemain Bali United yakni Joao Ferrari melakukan pelanggaran keras hingga akhirnya dia diusir dari lapangan karena mendapatkan kartu merah.

Situasi ini membuat pemain PSIM memiliki harapan untuk bangkit dan keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik.

Tim asuhan Jean-Paul van Gastel tampil lebih berani dan menekan sehingga pemain Bali United justru melakukan kesalahan.

Ricky Fajrin yang mencoba membuang bola justru membuat si kulit bulat bersarang ke gawang sendiri sehingga PSIM mengubah skor menjadi 2-3 pada menit ke-88.

Tim berjulukan Laskar Mataram tersebut semakin percaya diri melakukan serangan dan akhirnya mereka berhasil menggenapi comeback.

PSIM sukses menyamakan kedudukan menjadi 3-3 melalui gol yang dicetak Franco Ramos Mingo pada menit ke-90+1.

Hasil ini tentu saja terasa menyakitkan buat tim asal Pulau Dewata tersebut karena mereka membiarkan PSIM melakukan comeback heroik pada menit-menit akhir.

Johnny Jansen mengaku bahwa hasil ini sangat buruk karena tim asuhannya melewatkan peluang emas untuk bisa menang.

“Pertandingan yang gila di mana kami bisa unggul 3 gol di awal namun situasi berubah di akhir laga,” ujar Johnny Jansen kepada awak media seusai kalah dari PSIM.

"Saya pikir tim kami melewatkan peluang besar di babak pertama. Kami punya beberapa momen untuk mengakhiri pertandingan tetapi tidak melakukannya,” ucapnya.

“Mereka mencetak gol dari sebuah tembakan, bola melewati sela kaki, menyentuh pemain kami, lalu masuk ke sudut gawang.”

“Kemudian kami membuat kesalahan sendiri. Dalam proses build-up, Anda bisa mengoper kembali ke penjaga gawang atau mengirim bola ke depan tetapi kami justru mengoper terlalu pendek ke bek tengah. Lalu tim mendapatkan kartu merah,” jelasnya.

Setelah Bali United mendapatkan kartu merah, Jansen paham betul bahwa pertandingan jadi tak berlangsung mudah.

Situasi semakin pelik saat Serdadu Tridatu harus bermain dengan 10 pemain karena kendali permainan lepas dari tangan mereka.

Walaupun pelatih asal Belanda ini memuji mentalitas pemain muda yang masuk sebagai pengganti, perjuangan mereka ternoda oleh gol bunuh diri dan kesalahan koordinasi di lini pertahanan saat memasuki injury time.

Jansen pun tak bisa menutupi rasa kecewanya meski memuji perjuangan Kadek Arel dan kawan-kawan.

“Wasit melihatnya dan mengatakan itu kartu merah. Saat itu Anda tahu pertandingan akan menjadi sangat sulit,” kata Johnny Jansen.

“Kami harus melakukan beberapa pergantian pemain, termasuk pemain muda, tetapi mereka tetap berjuang, berjuang, berjuang. Itu mentalitas yang bagus tetapi kemudian kami justru mencetak gol bunuh diri.”

Puncak kekecewaan Jansen terjadi saat PSIM sukses menyamakan kedudukan menjadi 3-3.

Mantan pelatih PEC Zwolle tersebut menilai gol itu seharusnya tidak terjadi apabila para pemain tidak memaksakan permainan bola pendek di area berbahaya.

“Gol terakhir datang dari sisi kiri. Anda seharusnya membuang bola saja agar tidak ada masalah,” ungkap Jansen.

“Namun kami memainkan bola pendek, mereka merebutnya kembali, mengirim umpan ke dalam, dan mencetak gol. Skor jadi 3-3. Sangat, sangat buruk,” tegasnya.

Oleh karena itu, Jansen mengakui bahwa dirinya memang sangat kecewa tetapi dia tetap mencoba mengambil sisi positif dari perubahan taktik yang sempat berjalan mulus di awal laga.

Dia menilai para pemain menunjukkan permainan bagus tetapi karena akhirnya PSIM berhasil melakukan comeback, Jansen pun menilai Bali United menyia-nyiakannya.

“Saya sangat kecewa tetapi kami sedikit mengubah taktik dan menurut saya hal itu positif,” tutur Jansen.

“Jika Anda datang ke sini dan bisa unggul 3-0, itu bagus. Tetapi Anda tidak boleh menyia-nyiakannya begitu saja,” pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.