SERAMBINEWS.COM – Berikut update harga emas batangan di Pegadaian hari ini, Selasa (24/2/2026).
Tren bullish atau penguatan harga logam mulia domestik kian tak terbendung.
Memasuki hari Selasa, harga emas kembali meroket tajam, dipicu oleh dinamika pasar global yang semakin memanas.
Berdasarkan pantauan terbaru dari laman Sahabat Pegadaian, harga emas batangan produksi UBS dan Galeri24 kompak melanjutkan reli kenaikannya.
Posisi harga saat ini semakin mendekati rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) yang pernah tercipta pada akhir Januari lalu di level Rp 3.275.000 per gram.
Emas produksi UBS hari ini mencatatkan kenaikan sebesar Rp 21.000 per gram.
Pada Senin (23/2/2026) kemarin, harga UBS berada di level Rp 3.078.000, namun pada Selasa ini harganya melesat ke posisi Rp 3.099.000 per gram, hampir menyentuh angka psikologis baru Rp 3,1 juta.
Langkah kenaikan ini juga diikuti oleh emas Galeri24.
Produk anak usaha Pegadaian tersebut terkerek naik sebesar Rp 22.000, dari sebelumnya Rp 3.063.000 pada hari Senin, kini bertengger di level Rp 3.085.000 per gram.
Baca juga: Harga Emas Pegadaian Sore Ini Meroket, UBS & Galeri24 Kompak Naik, Cek Harga per 23 Februari 2026
Bagi yang ingin memantau pergerakan nilai aset logam mulia, berikut rincian harga terbaru emas UBS dan Galeri24 per Selasa (24/2/2026) pukul 12.00 WIB, dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian.
Harga Emas UBS
Harga Emas Galeri24
Sebagai informasi, Pegadaian menjual tiga jenis emas ini dengan variasi ukuran yang berbeda.
Emas Galeri24 dan Antam tersedia dalam ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram, sementara emas UBS dijual dari 0,5 gram hingga 500 gram.
Meskipun sama-sama memiliki kadar kemurnian 99,99 persen atau 24 karat, ketiga produk emas ini memiliki karakteristik berbeda.
Antam diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk (BUMN) dengan sertifikasi internasional LBMA.
Sementara emas Galeri 24 diproduksi oleh anak perusahaan PT Pegadaian dengan sertifikasi SNI.
Lalu emas UBS diproduksi oleh PT Untung Bersama Sejahtera yang memiliki sertifikasi nasional dan harga yang cenderung lebih terjangkau.
Namun untuk emas Antam, hingga Senin hari ini terpantau masih belum tersedia secara reguler dalam sistem distribusi harian di platform Sahabat Pegadaian.
Baca juga: Harga Emas Pegadaian Sore Ini 22 Februari 2026: UBS dan Galeri24 Stagnan di Level Tertinggi
Kejutan terbesar datang dari harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Berdasarkan pembaruan resmi dari Logam Mulia, harga emas Antam hari ini mencatatkan lonjakan fantastis sebesar Rp 40.000 per gram.
Update terbaru menunjukkan harga emas Antam hari ini naik menjadi Rp 3.068.000 per gram dari harga sebelumnya Rp 3.028.000 per gram pada Senin kemarin.
Kenaikan ini memperpanjang tren penguatan emas di tengah fluktuasi nilai tukar dan dinamika pasar global yang masih belum stabil.
Sejalan dengan harga jual, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga mengalami kenaikan yang tak kalah agresif, yakni sebesar Rp 41.000 per gram.
Saat ini, harga buyback berada di posisi Rp 2.854.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.813.000.
Dengan kondisi tersebut, selisih (spread) antara harga jual dan harga buyback emas Antam hari ini tercatat sebesar Rp 214.000 per gram.
Lonjakan harga yang sangat tajam dalam satu hari ini mengindikasikan tingginya minat investor terhadap aset aman (safe haven).
Bagi yang ingin bertransaksi, sangat disarankan untuk tetap memantau pergerakan harga secara real-time dan memperhatikan kewajiban pajak PPh 22 sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Baca juga: Tak Terbendung! Harga Emas Antam Hari Bergerak Naik, 24 Februari 2026 Simak Daftar Lengkapnya
Berikut rincian terbaru harga emas Antam hari ini berdasarkan pemantauan di situs resmi Logam Mulia pada Selasa (24/2/2026) pukul 10.00 WIB.
Harga emas Antam yang tercantum di Butik Logam Mulia Pulogadung, Jakarta, selama ini menjadi acuan nasional.
Namun, harga di berbagai daerah dapat berbeda tipis tergantung biaya distribusi dan tingkat permintaan di masing-masing wilayah.
Pergerakan harga emas dalam negeri juga sangat dipengaruhi oleh harga emas global, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Kebijakan suku bunga bank sentral utama, serta kondisi geopolitik internasional yang memicu peningkatan permintaan aset aman.
(Serambinews.com/Yeni Hardika)