Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Sebuah musala unik berbentuk Kakbak berdiri megah di kawasan Perumahan Cariu Permai Residence 3, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Musala ini diberi nama Dewi Yulisyani.
Musala ini menarik perhatian karena desain bangunannya menyerupai Kakbah yang menjadi kibat umat islam di tanah suci Mekkah.
Tak hanya bangunan utama berbentuk Kakbah, area sekitarnya juga suasananya seperti Mekkah.
Ada area pelataran untuk tawaf, juga terdapat miniatur makam Nabi Ibrahim serta replika Hajar Aswad yang menambah kesan serasa berada di tanah suci.
Nuansa tanah suci semakin terasa dengan adanya pohon kurma yang ditanam di sekitar musala.
Musala tersebut dibangun oleh Wakil Bupati Karawang, Maslani ditengah kawasan perumahan.
Maslani menjelaskan, musala ini bangunnya tahun 2024 dan mulai resmi digunakan pada tahun 2025.
Dirinya sengaja menghadirkan suasana khas Mekkah yang jarang ditemui di lingkungan perumahan pada umumnya.
Meski mengusung konsep unik, fungsi utama musala tetap sebagai tempat ibadah.
Di ruang utama, jamaah dapat melaksanakan salat berjamaah dengan nyaman, serta kegiatan keagamaan lainnya.
“Seperti mushola biasa, di dalamnya digunakan untuk salat berjamaah dan mengaji anak-anak,” ucapnya.
Kini, musala berbentuk Ka’bah tersebut kerap disinggahi warga. Selain beribadah, lokasi ini juga dimanfaatkan sebagai sarana manasik haji dan umrah, khususnya bagi calon jamaah yang ingin merasakan gambaran suasana ibadah di Tanah Suci.
“Yang datang ke sini bukan sekadar berkunjung. Ada juga yang akan umrah atau haji dan melakukan manasik di sini,” bebernya.
Menariknya, pengunjung tidak hanya berasal dari wilayah Karawang, tetapi juga dari berbagai daerah lain yang penasaran dengan keunikan musala tersebut.
“Bukan hanya warga Karawang, ada juga dari daerah lain,” ujarnya.
Maslani berharap keberadaan musala miniatur Ka’bah ini dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta menjadi sarana edukasi dan peningkatan keimanan umat.
Adapun untuk nama Musala Dewi Yulisyani itu merupakan nama istrinya. Maslani sengaja memberikan nama musala itu menggunakan nama istrinya sebagai bentuk cinta, terlebih sudah bertahun-tahun istrinya alami sakit hingga harus menggunakan kursi roda.
“Mudah-mudahan bermanfaat untuk masyarakat jadi tempat ibadah,” kata dia.
Sementara selama Ramadan, musolanya menyiapkan takjil gratis bagi warga maupun musafir yang datang. Musolanya juga menggelar tarawih serta berbagai kegiatan ibadah lainnya salah satunya tadarusan. (MAZ)