15 Remaja Diperiksa Terkait Penemuan Mayat di Jurang Sungai Kepahiang, 4 Terindikasi Positif Narkoba
Ricky Jenihansen February 24, 2026 03:52 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG – Sebanyak 15 remaja diperiksa polisi terkait penemuan sesosok mayat laki-laki di tepi jurang aliran sungai, Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Korban diketahui bernama Yogensi Abile (17), pelajar SMK 4 Kota Bengkulu, warga Desa Peraduan Binjai, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang.

Dari hasil pemeriksaan dan keterangan saksi, sebelumnya terdapat perselisihan antar kelompok.

Karena ketakutan, kelompok korban melarikan diri dan memutuskan untuk melompat ke jurang. Atas kejadian tersebut, korban ditemukan meninggal dunia.

Pemeriksaan Remaja dan Tes Urine

Selain memintai keterangan, polisi juga melakukan tes urine terhadap 15 remaja yang terdiri dari pelajar SMP, SMA, dan beberapa orang dewasa.

Kasat Narkoba, Iptu Risda Pratama, menjelaskan pemeriksaan ini dilakukan karena aparat mencurigai adanya aktivitas terlarang yang diduga melibatkan narkotika.

"Kita menduga dengan adanya kejadian remaja ini dan berdasarkan informasi yang didapati aparat, sehingga dilakukannya pemeriksaan tes urine," ucap Risda.

Hasil Tes Urine dan Rehabilitasi

Ia mengungkapkan dari belasan remaja yang dites, empat orang terindikasi positif mengandung zat adiktif.

"Berkoordinasi dengan tim Dokkes Polres Kepahiang, pemeriksaan tes urine terhadap 15 orang saksi didapati 4 orang anak positif diduga mengonsumsi narkoba jenis ganja," ungkap Risda.

Keempat anak tersebut telah diserahkan pihak Polres Kepahiang ke Institut Wajib Lapor (IWL) untuk menjalani proses rehabilitasi.

“Untuk saat ini dilakukan rehab, untuk kurun waktunya menunggu asesmen dari pihak rehab,” ujar Risda.

Langkah ini dilakukan karena keempat anak masih tergolong di bawah umur.

Kendati demikian, pihak kepolisian akan terus mendalami jaringan narkoba yang digunakan oleh keempat anak tersebut.

PENEMUAN MAYAT – Jenazah korban berada di RSUD Kepahiang pada Jumat (20/2/2026). Warga Desa Permu Bawah, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki di tepi jurang aliran sungai sekitar pukul 07.00 WIB.
PENEMUAN MAYAT – Jenazah korban berada di RSUD Kepahiang pada Jumat (20/2/2026). Warga Desa Permu Bawah, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki di tepi jurang aliran sungai sekitar pukul 07.00 WIB. (TribunBengkulu.com/Bima Kurniawan)

Warga Geger

Korban diketahui bernama Yogensi Abile (17), pelajar SMK 4 Kota Bengkulu, warga Desa Peraduan Binjai, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang.

Informasi yang dihimpun di lapangan, jasad korban pertama kali dilaporkan warga ke Polsek Kepahiang setelah melihat seorang laki-laki tergeletak di tepi jurang aliran sungai di Dusun III Desa Permu Bawah.

Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban ke RSUD Kepahiang untuk proses identifikasi.

Saat ditemukan, korban mengenakan jaket hitam corak merah dan cincin di jari manis tangan kanan. Korban juga berambut panjang.

Dari pemeriksaan awal, ditemukan luka lecet di beberapa bagian tubuh, yakni di pinggang kiri belakang, telinga kanan, dagu, serta telapak kaki sebelah kiri.

Direktur RSUD Kepahiang dr. Febi Nursanda membenarkan pihaknya menerima korban dalam kondisi sudah meninggal dunia.

"Korban dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 08.00 WIB, dalam keadaan meninggal dunia. Ditemukan luka lecet dipinggang kiri bagian belakang, telinga kanan dan di dagu, selanjutnya setelah divisum, korban diserahkan ke pihak keluarga," sampai Febi ketika itu.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.