Pamit ke Kertosono, Gadis Nganjuk Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Jitu Malang
Cak Sur February 24, 2026 06:32 PM

 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Santoso (49) masih tak menyangka, Rabu (11/2/2026), menjadi hari terakhir ia bertemu anak bungsunya, HMZ (17).

Kala itu, HMZ berpamitan ke Santoso dan ibunya, Damini (40), pergi main ke Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim).

Dia berangkat pukul 19.00 WIB, mengendarai motor sendirian.

"Tak jelas kepentingannya apa ke Kecamatan Kertosono. Dia hanya izin pergi sebentar," kata Santoso, kepada SURYA.co.id, Senin (23/2/2026).

Beberapa jam kemudian, ponsel Santoso berdering. Santoso mendapatkan pesan singkat dari HMZ.

Melalui pesan itu, HMZ bilang jika pulang perkiraan pukul 21.00 WIB.

"Setelah kami tunggu sampai larut malam ia tak kunjung pulang ke rumah. Kami kaget, tak biasanya HMZ terlambat dan pulang larut malam. Padahal dia selalu balik tepat waktu," jelas Santoso.

Pesan Terakhir dari Malang

Selanjutnya, HMZ mengirim pesan lagi ke Santoso jika sedang ada di Malang. Dia di Malang menyambangi rumah saudara.

"Menerima kabar itu kami tenang dan tak menaruh curiga. Dia di rumah saudara yang berada di Malang sampai Jumat (13/2/2026)," jelasnya.

Namun, keesokannya, ponsel HMZ tak bisa dihubungi. Keluarga hilang kontak dengan HMZ.

Hal tersebut sontak bikin keluarga panik.

"Nomor HMZ tidak bisa dihubungi. Kontak WhatsApp diblokir. Kami telepon ponsel tidak aktif. Keluarga di Malang juga tak tahu keberadaannya," ucapnya.

Santoso lantas menyebar kabar jika sang anak hilang di sejumlah medium, termasuk media sosial dan teman dekat HMZ, termasuk membuat laporan ke Polsek Patianrowo.

"Upaya pencarian tak membuahkan hasil," terangnya.

Ditemukan Tewas dalam Kondisi Mengenaskan

Akhirnya, Selasa (17/2/2026), HMZ ditemukan. Tetapi pilu, HMZ ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Seorang pencari kayu, Sukari, menemukan jasad HMZ di aliran Sungai Jilu Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Berikut fakta kondisi penemuan jenazah korban:

  • Jasad ditemukan di aliran Sungai Jilu, Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung.
  • Kondisi korban mengenaskan dan tanpa busana.
  • Tangan korban dalam keadaan terikat.
  • Mulut korban tersumpal kain.

Perempuan asal Dusun Satak, Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk ini diduga jadi korban pembunuhan.

Beberapa waktu berselang, polisi mengamankan pelaku, YD, Sabtu (21/2/2026).

Kala itu, YD sedang bersembunyi di rumah kosnya yang ada di wilayah Kota Malang.

Pemeriksaan terhadap YD masih terus dilakukan guna mengungkap motif, peran dan rangkaian peristiwa tragis ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.