Jelang All England, Pelatih Timnas Bulutangkis Indonesia Sambut Positif Program Aklimatisasi
Hasiolan Eko P Gultom February 24, 2026 11:38 PM

Jelang All England, Pelatih Timnas Bulutangkis Indonesia Sambut Positif Program Aklimatisasi
 
Abdul Majid/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim bulutangkis Indonesia mematangkan persiapan jelang tampil di turnamen bergengsi All England 2026 dengan menjalani program aklimatisasi lebih awal di Inggris.

Program ini menjadi bagian dari strategi PBSI untuk memastikan atlet siap secara fisik maupun mental menghadapi atmosfer kompetisi level dunia.

Baca juga: Daftar Lengkap Pemain Indonesia Berdasarkan Sektor di All England 2026: Aklimatisasi Faktor Krusial

Rombongan atlet Indonesia bertolak ke London pada Selasa (24/2/2026) malam waktu setempat melalui Istanbul.

Kemudian setibanya di Inggris keesokan harinya, tim akan melanjutkan perjalanan menuju Milton Keynes untuk menjalani rangkaian persiapan sebelum turnamen yang digelar pada 3–8 Maret mendatang.

Para pelatih menilai program ini bukan hanya penting dari sisi penyesuaian waktu dan cuaca, tetapi juga krusial dalam membangun kesiapan bertanding, terutama bagi pemain yang baru pertama kali tampil di All England.

Pelatih ganda putra Antonius Budi Ariantho menilai waktu adaptasi yang lebih panjang memberikan dampak signifikan terhadap performa atlet saat memasuki pertandingan.

“Berangkat lebih awal sangat membantu anak-anak. Pengaruhnya besar, terutama untuk mengurangi jet lag dan menyesuaikan kondisi cuaca. Di sana dingin, sementara di Jakarta panas, jadi ada waktu penyesuaian yang ideal,” ujar Antonius.

Selain adaptasi fisik, program latihan selama masa aklimatisasi juga sudah diarahkan ke fase pra-kompetisi. 

Menu latihan difokuskan pada simulasi pertandingan, menyesuaikan dengan hasil undian yang telah dirilis.

“Undian sudah keluar, jadi sambil aklimatisasi, latihan juga masuk ke pra-kompetisi. Lebih banyak game agar pemain siap secara teknis,” tambah Antonius.

Hal senada disampaikan pelatih tunggal putra Indra Widjaja. Ia menilai mini training camp ini memberikan keuntungan besar, terutama dalam hal pemulihan setelah perjalanan panjang dari Indonesia ke Inggris.

“Perjalanan jauh itu melelahkan. Dengan datang lebih awal, recovery atlet bisa lebih maksimal,” ujar Indra.

Indra juga menyoroti pentingnya pengalaman bertanding di All England bagi pemain muda seperti Alwi Farhan, yang akan menjalani debutnya di turnamen tertua dunia tersebut.

“All England memang dikenal punya atmosfer yang berbeda dan sering disebut angker. Tapi justru itu pengalaman yang sangat berharga. Semua pemain besar juga melewati proses yang sama,” katanya.

Dari total 20 atlet pelatnas yang dijadwalkan tampil di All England 2026, hanya pasangan Siti Fadia Silva Ramadhanti / Amallia Cahaya Pratiwi yang tidak mengikuti program aklimatisasi. Keduanya saat ini masih berlaga di German Open.

PBSI berharap persiapan matang ini dapat membantu atlet Indonesia tampil optimal dan bersaing di level tertinggi, sekaligus memperkuat mental bertanding di panggung bulutangkis dunia.

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.