TRIBUNLOMBOK.COM - Jadwal Imsakiyah Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk Rabu 25 Februari 2026, penting diperhatikan oleh kaum Muslimin agar ibadah puasa dijalankan dengan tepat waktu.
Mulai dari imsak, Subuh, hingga Maghrib, seluruh waktu salat menjadi panduan utama dalam menyempurnakan ibadah di bulan penuh keberkahan ini.
Berikut tabel lengkap jadwal imsakiyah untuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Rabu 25 Februari 2026.
| No | Wilayah/Kota | Imsak | Subuh | Terbit | Dhuha | Zuhur | Asar | Magrib | Isya |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kota Mataram | 04.57 | 05.07 | 06.18 | 06.45 | 12.25 | 15.45 | 18.31 | 19.40 |
| 2 | Lombok Barat | 04.57 | 05.07 | 06.18 | 06.45 | 12.25 | 15.45 | 18.31 | 19.40 |
| 3 | Lombok Tengah | 04.58 | 05.08 | 06.19 | 06.46 | 12.26 | 15.46 | 18.32 | 19.41 |
| 4 | Lombok Timur | 04.58 | 05.08 | 06.19 | 06.46 | 12.26 | 15.46 | 18.32 | 19.41 |
| 5 | Lombok Utara | 04.57 | 05.07 | 06.18 | 06.45 | 12.25 | 15.45 | 18.31 | 19.40 |
| 6 | Sumbawa | 04.49 | 04.59 | 06.10 | 06.37 | 12.18 | 15.38 | 18.24 | 19.33 |
| 7 | Sumbawa Barat | 04.51 | 05.01 | 06.12 | 06.39 | 12.20 | 15.40 | 18.26 | 19.35 |
| 8 | Dompu | 04.46 | 04.56 | 06.07 | 06.34 | 12.15 | 15.35 | 18.21 | 19.30 |
| 9 | Kota Bima | 04.44 | 04.54 | 06.05 | 06.32 | 12.13 | 15.33 | 18.19 | 19.28 |
| 10 | Bima | 04.45 | 04.55 | 06.06 | 06.33 | 12.14 | 15.34 | 18.20 | 19.29 |
Catatan:
Imsak umumnya ditetapkan sekitar 10 menit sebelum waktu Subuh.
Disarankan mengecek kembali jadwal resmi dari Kemenag setempat atau masjid terdekat untuk akurasi maksimal.
Perbedaan 1–2 menit antarwilayah masih wajar karena faktor geografis dan perhitungan astronomi
Catatan: Waktu dapat berbeda 1–2 menit tergantung titik koordinat dan metode hisab yang digunakan.
Di antara rukun puasa adalah niat. Niat cukup di dalam hati dan tidak perlu dilafalkan. Namun khusus untuk puasa wajib seperti Ramadhan, niat harus dilakukan pada malam hari sebelum masuk waktu fajar (Subuh).
Dalam hadits riwayat Hafshah Ummul Mukminin, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa untuknya.”
(HR. Abu Daud, Tirmidzi, An Nasa’i dan Ibnu Majah).
Dalam riwayat lain disebutkan, “Tidak ada puasa bagi yang tidak berniat ketika malam hari.”
Beberapa faedah penting dari hadits ini:
Puasa wajib harus dengan niat sebagaimana ibadah lainnya. Para ulama sepakat bahwa ibadah seperti shalat, puasa, dan haji tidak sah tanpa niat.
Letak niat adalah di dalam hati. Ketika seseorang sudah terbetik untuk berpuasa esok hari, maka ia telah berniat.
Niat puasa wajib harus dilakukan pada malam hari, dimulai sejak waktu Maghrib hingga sebelum fajar.
Niat puasa wajib harus diperbarui setiap malam karena setiap hari puasa adalah ibadah yang berdiri sendiri.
Bangun untuk sahur sudah menjadi tanda bahwa seseorang telah berniat puasa.
Waktu sahur bukan sekadar waktu makan. Ia adalah waktu penuh keberkahan dan kesempatan emas untuk berdoa.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.”
(HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095).
Keberkahan sahur di antaranya karena waktu tersebut adalah waktu turunnya rahmat dan dikabulkannya doa. Dalam hadits lain disebutkan:
“Rabb kita turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan...”
(HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758).
Allah Ta’ala juga berfirman:
“Dan orang-orang yang meminta ampun di waktu sahur.” (QS. Ali Imran: 17).
Karena itu, selain makan sahur, isi waktu tersebut dengan shalat malam, istighfar, dan doa sesuai hajat kita.
Momentum berbuka bukan sekadar menghilangkan rasa lapar dan dahaga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa doa orang yang berpuasa termasuk doa yang tidak tertolak.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Ada tiga do’a yang tidak tertolak: (1) do’a pemimpin yang adil, (2) do’a orang yang berpuasa sampai ia berbuka, (3) do’a orang yang terzholimi.”
(HR. Tirmidzi no. 3595 dan Ibnu Majah no. 1752).
Dalam hadits lain disebutkan:
“Sesungguhnya do’a orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak.”
(HR. Ibnu Majah no. 1753).
Karena itu, sangat dianjurkan memperbanyak doa menjelang dan saat berbuka puasa, baik untuk urusan dunia maupun akhirat.
Doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berbuka adalah:
Dzahabazh zhoma-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.
Artinya: “Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.”
Doa inilah yang shahih dan dianjurkan untuk diamalkan.
Baca juga: Aris Candra Bantah Pukul Nurhadi Meski Bekas Luka Identik dengan Cincin Miliknya
(TribunLombok/ Irsan Yamananda)