TRIBUNJOGJA.COM - Menjalankan ibadah puasa bukan berarti kita harus merasa lemas dan tidak bertenaga sepanjang hari.
Tantangan utama saat Ramadhan sebenarnya bukan pada jumlah jam kita berpuasa, melainkan pada apa dan bagaimana kita makan saat sahur dan berbuka.
Salah mengatur pola makan dapat menyebabkan masalah pencernaan, lemas, hingga kenaikan berat badan yang tidak diinginkan.
1. Jangan Pernah Melewatkan Sahur
Sahur adalah 'bahan bakar' utama Anda.
Melewatkan sahur akan membuat tubuh kekurangan energi dan memicu nafsu makan berlebih saat berbuka.
Pilih Karbohidrat Kompleks seperti nasi merah, gandum, atau oatmeal.
Jenis ini dicerna lebih lambat sehingga Anda merasa kenyang lebih lama.
Tambahkan Protein semisal Telur, dada ayam, atau tempe membantu menjaga massa otot dan rasa kenyang.
2. Hindari Lapar Mata Saat Berbuka
Sangat menggoda untuk menyantap gorengan dan es campur secara berlebihan.
Namun, lonjakan gula darah yang tiba-tiba justru membuat Anda cepat mengantuk.
Ada baiknya awali buka puasa dengan air putih dan 3 butir kurma.
Kurma mengandung serat dan gula alami yang memulihkan energi tanpa membebani sistem pencernaan.
Lalu berikan jeda waktu bagi perut untuk beradaptasi sebelum masuk ke hidangan utama.
3. Terapkan Metode 'Piring Sehat'
Saat makan malam, pastikan komposisi nutrisi tetap seimbang.
Mulai dari karbohidrat, protein, sayuran hingga buah-buahan
Sesuaikan pula porsi makan secukupnya, hindari porsi yang berlebihan atau terlalu banyak.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Kota Yogyakarta Hari Ini, Rabu - 25 Februari 2026
4. Strategi Hidrasi 2-4-2
Dehidrasi adalah musuh utama saat puasa.
Agar kebutuhan 2 liter air per hari tetap terpenuhi, gunakan rumus 2-4-2.
Yakni 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari (antara setelah tarawih hingga sebelum tidur) dan 2 gelas saat sahur.
5. Kurangi Garam, Kafein, dan Gorengan
Makanan terlalu asin saat sahur akan menarik cairan dari sel tubuh, membuat Anda lebih cepat haus.
Sementara kafein dari kopi dan teh bersifat diuretik dapat memicu buang air kecil lebih sering, sehingga risiko dehidrasi meningkat.
Sedangkan gorengan mengandung lemak jenuh dapat memperlambat pengosongan lambung dan memicu asam lambung naik. (*)