BOLASPORT.COM - Jose Mourinho pernah nyaris wafat gara-gara mencurangi hukuman dari UEFA.
Bukan rahasia lagi bahwa Jose Mourinho adalah pelatih dengan segudang kontroversi.
Setiap gerak-gerik pria asal Portugal itu selalu bikin pecinta sepak bola mengernyitkan alis.
Terbaru, Mourinho diganjar kartu merah saat Benfica kalah 0-1 dari Real Madrid pada leg pertama pkay-off babak 16 besar Liga Champions 2025-2026.
Dia diusir wasit akibat melancarkan protes berlebihan setelah Vinicius Junior melakukan pelanggaran.
Alhasil, Mourinho tidak bisa mendampingi timnya dalam leg kedua di Estadio Santiago Bernabeu, Rabu (25/2/2026).
Mourinho tak asing dengan sanksi UEFA.
Sang nakhoda pernah menerima beberapa hukuman di tingkat Eropa, tapi suatu kali berhasil menghindari sanksi dengan cara berbahaya.
Alkisah, pada 2004-2005 atau musim perdana menukangi Chelsea, Mourinho diganjar hukuman dua laga usai partai babak 16 besar Liga Champions kontra Barcelona.
Tak hilang akal, dia punya ide gila agar tetap bisa bertemu para pemainnya dalam leg pertama perempat final melawan Bayern Muenchen.
Mourinho menyusup ke ruang ganti Chelsea dengan cara bersembunyi di dalam keranjang cucian.
Trik brutal tersebut bikin Mourinho nyaris wafat.
"Saya pergi ke ruang ganti pada siang hari, dan pertandingan dimulai pukul 7 malam," ujar dia menceritakan kejadian pada masa lalu.
"Saya ingin berada di ruang ganti saat para pemain tiba."
"Tidak ada yang melihat saya. Masalahnya adalah saat saya keluar setelahnya."
“Stewart (Bannister, yang saat itu menjadi petugas perlengkapan Chelsea) menempatkan saya di dalam keranjang cucian yang terbuat dari logam keras."
"Saya masuk ke sana dengan sedikit lubang terbuka agar bisa bernapas."
"Akan tetapi, ketika Stewart membawa kotak itu keluar dari stadion, para pejabat UEFA dengan putus asa mencari saya, dan Stewart menutup kotaknya."
"Saya tidak bisa bernapas. Ketika dia membuka kotak itu lagi, saya hampir mati."
"Serius! Saya menderita klaustrofobia. Sumpah!” pungkas Mourinho.
Meski sering menciptakan kontroversi, Mourinho dikenal sebagai pelatih penuh prestasi.
Si lelaki kelahiran Setubal menghasilkan 26 trofi bersama enam klub.
Mourinho juga dua kali menaklukkan Liga Champions bareng Porto dan Inter Milan.
Untuk kompetisi Eropa lainnya, Mourinho memiliki dua titel Liga Europa serta satu Cinference League.