Dari Penolakan ke Penerimaan: Perjalanan Masjid Saminah Sihyadi Menjadi Kebanggaan Warga
Febri Prasetyo February 25, 2026 11:20 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Masjid Saminah Sihyadi berdiri pada tahun 2023 di tengah pemukiman belakang Terminal Tirtonadi Solo.

Masjid ini berada di Jalan Tirtonadi No. 9, Kampung Munggung, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, tepatnya di area belakang terminal, arah ke selatan.

Berdiri di tengah perkampungan, Masjid Saminah Sihyadi digarap oleh arsitek Universitas Sebelas Maret (UNS), Aan, dengan mengusung konsep tak biasa.

Tidak seperti kebanyakan masjid, tempat ibadah ini menggunakan dua model bangunan, yakni persegi dan setengah lingkaran dengan desain bak kulit salak. 

Di dalam masjid terdapat kolam ikan lengkap dengan air mancur, dan tanaman mengelilingi masjid.

Suara gemercik air menyambut jamaah yang masuk ke ruangan masjid.

Kesejukan angin alami pun semakin menambah kekhusyukan beribadah.

Namun, siapa sangka, bangunan unik nan asri ini dulunya sempat mendapat penolakan.

Menurut penuturan marbot Masjid Saminah Sihyadi, Resha Ardiah, banyak lika-liku yang dilalui sebelum kini menjadi kebanggaan warga.

"Banyak lika-likunya sebelum jadi sekarang ini, jadi adem lagi gini. Banyak lika-likunya," ujar Resha saat ditemui Tribunnews.com, Rabu (18/2/2026).

Di awal berdirinya, Masjid Saminah Sihyadi sepi jamaah.

Baca juga: Masjid Saminah Sihyadi Berdiri dari Wasiat, Tumbuh dengan Konsep yang Tak Biasa

Pasalnya, masjid ini berdiri di "kawasan hitam", di mana banyak terjadi tindak kejahatan di sekitarnya.

"Dari masyarakat itu pada nggak mau sholat, dulu."

"Sini kan di daerah hitam, terminal kan tau sendiri, banyak sekali orang-orang yang, bukan orangnya yang jahat, sifatnya aja yang jahat."

"Sini itu diajak susah, jadi masih ada, maksiatnya banyak sekali," papar Resha.

Meski demikian, Resha bersama pengurus masjid lainnya tak putus asa.

Dakwah terus dilakukan demi membuat Masjid Saminah Sihyadi hidup.

"Ya nothing to lose, lah, pokoknya berusaha terus, kita dakwahi mereka gimana caranya, kita hidupkan lagi," kata Resha.

Sempat terjadi kerusakan di sejumlah titik Masjid Saminah Sihyadi yang dilakukan oleh oknum secara sengaja.

Bahkan sejumlah barang masjid juga dicuri.

"Lampu di luar mati semua, tower mati, sampai atas sound-nya itu dibuat azan itu ketika nada tinggi mati."

"Ada jalur yang diputus sama orang itu biar nggak dengar kalau sini buat salat."

"Sampai mimbar dibawa pergi. Mesin kolam itu dicuri," bebernya.

Empat bulan setelah dilakukan perbaikan, seluruh bagian yang rusak sudah dapat kembali digunakan.

"Semua memperbaiki ini butuh Juni, Juli, Agustus, September, itu sudah mulai nyala semua."

"Oktober sudah on semua termasuk tower," ungkapnya.

Foto Masjid Saminah Sihyadi diambil pada Rabu (18/2/2026). Masjid dengan konsep unik ini dibangun atas wasiat orang tua.
Foto Masjid Saminah Sihyadi diambil pada Rabu (18/2/2026). Masjid dengan konsep unik ini dibangun atas wasiat orang tua. (Tribunnews.com/Yurika Nendri Novianingsih)

Namun ujian kembali datang, ikan di dalam kolam dengan air mancur yang menyala itu malah dicuri.

Setelah ditelusuri, ikan tersebut rupanya diambil oleh seorang anak.

Anak tersebut lantas meminta maaf dan kembali dengan membawa teman-temannya untuk diajak salat di Masjid Saminah Sihyadi.

Masjid Saminah Sihyadi perlahan menemukan jalan penerimaan dari masyarakat.

"Dia malah sering ngajakin sini shalat magrib. Teman-temannya diajakin," ucapnya.

Berkat kesabaran dan usaha berdialog dengan warga, Masjid Saminah Sihyadi mulai diterima masyarakat sekitar. Termasuk warga yang rumahnya berada di depan masjid.

Meskipun berbeda keyakinan, mereka selalu mendukung dan menawarkan bantuan kepada pengurus masjid.

"Saya rangkuli gitu, sekarang support."

"Misal nggak punya apa, 'mas butuh apa? Saya harus bantu apa?'" tuturnya.

Pemilik hotel di depan masjid juga berinisiatif membangun penutup sebagai bentuk menghargai tempat ibadah.

"Dulu blak-blakan (terbuka, tanpa penutup depan), kita nggak pernah nyamperin mereka, kita sering nongkrong aja terus ngobrol, 'mas saya minta maaf kalau selama ini mengganggu pandangan saya nggak enak jadi besok depan ini tak tutup. Biar nggak kelihatan'."

"Itu bukan dari permintaan kita. Dia ibaratnya sadar diri," ujar Resha.

Resha lantas menyadari, Masjid Saminah Sihyadi perlahan mulai membawa dampak positif bagi sekitar.

"Oh ini membawa dampak positif."

"Pelan-pelan dulu. Semakin ke depan itu ya gitu (baik). Karena mereka juga tahu ibaratnya kita yo ninggal gawean bener (kita di sini berbuat benar)," terang Resha.

Jamaah Masjid Saminah Sihyadi tengah bersiap shalat.

Sempat tak menganggap Masjid Saminah Sihyadi ada, sang pemilik pun terkejut hingga terharu ketika kembali dan melihat masjidnya sudah hidup lagi.

"Gara-gara semua nyala ini si pemilik ini, Pak Windu sama istrinya itu datang ke Solo, kaget sudah nyala lagi. Bagus lagi semuanya."

"Sampai dulu dateng ke sini itu nangis beliau. Masjid yang sudah nggak dianggap, sekarang nyala lagi," papar Resha.

"Terus mereka ngajak bareng doa buat ibunya," imbuhnya.

Baca juga: 436 Lampu di Atap Masjid Saminah Sihyadi, Simbol Bakti Anak pada Orang Tua dalam Wujud Rumah Ibadah

Resha bersyukur Masjid Saminah Sihyadi mulai didatangi banyak jamaah.

Keikhlasan dalam proses berdakwah untuk tempat ibadah, diyakini Resha dapat menjadi ladang pahala untuknya.

"Tapi alhamdulillah semakin ke sini Allah berkahi. InsyaAllah berkahi masjid ini jadi banyak yang mau shalat sekarang," ucapnya.

"Jadinya pelan-pelan, karena dakwah itu ya memang harus pelan-pelan. Kalau langsung itu nggak jadi ladang pahala nanti," tambahnya.

Kini Masjid Saminah Sihyadi menjadi salah satu tempat ibadah tujuan bagi masyarakat sekitar maupun dari luar kota.

Desainnya yang unik, membuat masjid ini memiliki daya tarik sendiri hingga ditunjuk sebagai masjid wisata Kota Solo, seperti tiga masjid lainnya yakni Masjid Zayed, Masjid Siti Aisyah, dan Masjid Agung Keraton Surakarta.

"Karena masjid ini ditujuk sebagai masjid wisata jadi ada empat, Zayed, Siti Aisyah, sini, sama Masjid Agung."

"Banyak sekali (yang datang), apalagi kalau liburan, seringnya dari luar kota," urainya.

Salah satu masyarakat luar Kota Solo yang menjatuhkan pilihan untuk beribadah di Masjid Saminah Sihyadi adalah Nabila.

Nabila sengaja datang ke Masjid Saminah Sihyadi disela-sela waktunya mengantar sang adik untuk menjalani ujian di salah satu kampus di Solo.

Perempuan asal Sidoarjo, Jawa Timur, itu mengaku mendapat informasi soal masjid ini dari media sosial.

Dari tayangan yang ia lihat di medsos dan rasa penasarannya, Nabila kemudian memutuskan untuk mengunjungi Masjid Saminah Sihyadi.

"Kebetulan ini sih suka nge-scroll di FYP, sebelumnya emang mau ke sini, cuman waktu itu waktunya masih belum cukup aja sih."

"Terus pas kunjungan ke sini lagi jadinya pengin ke sini," kata Nabila.

"Iya sengaja pengin ke sini," imbuhnya.

(Tribunnews.com/Yurika)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.