TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rona bahagia dan kelegaan tampak dari para korban pencurian kendaraan bermotor di lobi depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali, Denpasar, pada Selasa 24 Februari 2026 sore.
Di antara barisan unit motor hasil curian yang dipajang, tampak sosok pemuda korban pencurian dari Buleleng berusia 21 tahun bernama Gede Sonalia, yang tidak mampu menyembunyikan senyumnya saat melihat kembali sepeda motor Scoopy merah miliknya.
Kisah Sonalia bermula pada 17 Desember 2025, saat ia hendak menikmati sore di Pantai Penimbangan, Buleleng.
Karena tergesa-gesa ingin membeli minuman di minimarket, ia melakukan kelalaian yakni membiarkan kunci motor tetap nyantol di kendaraan.
Baca juga: Ogoh-ogoh Banjar Bualu Kembali Curi Perhatian, Ragha Sanghara Bhumi Ditargetkan Juara di Badung
Hanya ditinggal sebentar, motor kesayangannya itu raib tanpa jejak saat ia kembali dari toko.
"Kadang di rumah sering lupa cabut kunci, dan waktu itu karena terburu-buru, pas balik motor sudah tidak ada," ujarnya saat dijumpai Tribun Bali.
Dalam keadaan panik dan tanpa kendaraan, Sonalia menunjukkan kegigihan yang luar biasa dengan memutuskan untuk berjalan kaki dari Pantai Penimbangan menuju Polres Buleleng demi melaporkan kejadian tersebut.
"Saya langsung lapor, jalan kaki dari Penimbangan sampai Polres Buleleng itu sekitar 5 kilometer," ungkapnya.
Meski hanya berbekal Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) karena STNK-nya tertinggal di dalam jok motor yang dicuri, laporannya segera diproses oleh pihak kepolisian.
Ketidakpastian itu akhirnya berujung manis ketika sepuluh hari kemudian, ia mendapat kabar gembira bahwa motornya telah ditemukan oleh pihak kepolisian di wilayah Jembrana.
Motor Scoopy merah milik Sonalia merupakan satu dari 113 unit kendaraan roda dua yang berhasil diamankan oleh Polda Bali dan jajaran selama pelaksanaan Operasi Sikat Agung 2026.
Penyerahan motor Sonalia dilakukan secara simbolis bersama sembilan korban lainnya dalam acara rilis pengungkapan kasus tersebut.
Pada kesempatan itu, Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya, menegaskan bahwa momen haru ini seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat Bali agar tidak memberikan celah bagi pelaku kejahatan.
Irjen Pol Daniel Adityajaya mengimbau agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan jangan pernah lengah atau abai, terutama soal kunci nyantol yang sering menjadi pemicu utama tindak kriminalitas.
Pihaknya juga menyarankan masyarakat untuk menggunakan kunci ganda atau memarkir kendaraan di tempat yang memiliki pengawasan CCTV guna mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan.
"Jangan sampai ada kesempatan karena kelalaian kita, seperti lupa mencabut kunci motor saat parkir," tegasnya. (*)