- Anak yang tewas di Sukabumi, NS, ternyata sempat membongkar perilaku ayah kandungnya ke teman di pesantren.
Sebelum pulang ke rumahnya dan berakhir meninggal dunia, NS bahkan menangis kepada ibu temannya. Ia mengaku bingung harus mengadu kepada siapa. NS bahkan sempat memberikan sarung kepada temannya sebagai kenang-kenangan. Hal itu seolah menjadi firasat bahwa dirinya akan mengalami hal buruk saat pulang ke rumahnya.
NS selama ini tinggal di pesantren karena ayah dan ibu tirinya selalu ribut. Ia juga ternyata pernah dianiaya oleh ibu tirinya setahun yang lalu. Hal itu membuat NS merasa lebih senang tinggal di pesantren dibandingkan rumahnya sendiri. Diketahui, sang ayah yakni Anwar Satibi, merupakan sosok yang sudah 12 kali menikah dan kerap menyiksa mantan istrinya.
Menurut Isep, bukan cuma ibu tirinya yang galak dan sering marah kepada NS. Sang ayah, Anwar Satibi, juga merupakan sosok yang temperamental. Ia lalu mengatakan kalau NS di pesantren sempat mengadu ke temannya sambil menangis. Dalam curhatannya itu, NS menyebut kalau ayah dan ibu tirinya itu jahat dan galak.
Menurut Isep, soal kejanggalan sikap NS sebelum meninggalkan pesantren ini belum ia ceritakan pada Anwar. Namun, semua bukti-buktinya sudah ia serahkan ke pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.