Kekerasan Ayah Sebelum Anak Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Potong Rambut Pakai Golok, Korban Dilempar
Ardhi Sanjaya February 25, 2026 05:03 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Rupanya bukan hanya ibu tiri yang bersikap kasar pada NS (12), tetapi ayah kandungnya pun demikian. Anwar Satibi bahkan pernah memotong rambut ibu kandung NS menggunkana golok.

Kasus kematian NS siswa SMP Sukabumi, Jawa Barat, kini menemui titik terang.

Kapolres Sukabumi AKBP Samian mengatakan polisi sudah menetapkan ibu tiri, TR (42), sebagai tersangka atas kasus kematian NS.

Menurutnya, ibu tiri melakukan kekerasan terhadap anak kandung Anwar dan Lisnawati sejak tahun 2023.

Pada tahun 2024 silam, Anwar sempat melaporkan kekerasan terhadap NS ke polisi.

"Kekerasan fisik seperti jewer, tampar, cakar," katanya.

TR beralasan tindakan kasar tersebut bertujuan sebagai bentuk mendidik korban.

"Karena ini sebagai orang tua berdalih mendidik anaknya," katanya.

Kini polisi melakukan pendalaman untuk mencari tahu keterlibatan pihak lain.

"Masih kami dalami adanya tersangka lain. Kami masih fokus mendalami daripada unsur yang berkenaan dengan pasal yag kita terapkan," katanya.

Kuasa hukum Lisna, Mira Widyawati membongkar perlakuan kasar Anwar pada kliennya saat mengandung korban.

Baca juga: Motif Ibu Tiri Siksa Anak Sampai Tewas, Ayah Tak Pernah Percaya Curhatan Korban : Istri Saya Sarjana

"Mengalami KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) oleh suami itu saat Nizam dalam kandungan. 'Mati aja sekalian sama anak kami yang ada dalam perut'," katanya.

Bahkan menurut Mira, Anwar pernah memotong rambut Lisna menggunakan golok.

"Dan dia pernah juga dipotong rambutnya pakai golok. Jadi itulah yang menyebabkan perceraian mereka karena tidak tahan KDRT itu dari Nizam di dalam kandungan," katanya.

Mantan istri sekaligus ibu kandung korban, Lisnawati bercerita bahwa ia sudah tujuh tahun lamanya tak bertemu NS.

Baca juga: Jadi Tersangka, Ibu Tiri Anak Tewas di Sukabumi Ungkap Dugaan Keterlibatan Ayah Kandung: Dilempar

"Usaha mah pengen usaha, udah dilakuin. Nihil. Susah dibawa. Bahkan ibu saya sakit juga pengen ketemu sama anak saya, susah," katanya.

Sedangkan Anwar Satibi menyayangkan karena Lisna membongkar masa lalunya.

"Saya sangat miris melihat pernyataan mama Raja seolah-olah dia menyudutkan saya dan mengungkit masa lalu. Kalau mama raja ini muncul sma-sama mencari keadilan, fokus ke masalah kematian anak saya, saya setuju. Tapi kalau datang untuk mengungkit masala lalu, kayaknya kurang tepat," katanya.

Soal tindakan KDRT pada Lisna, Anwar mengatakan hal tersebut adalah hal wajar.

"Berantem sama dia, semua orang yang rumah tangga pasti pernah berantem, pasti. Apalagi saya orang yang seperti ini," katanya.

Ia membantah bahwa telah menghalangi ibu kandung bertemu NS.

"Terus ngomong anak saya saya yang ambil, itu semua bohong. Anak saya diantar langsung sama dia sama ibunya sama kakaknya, ke saya. Dan gak mungkin saya tolak," katanya.

Anwar mengajak mantan istrinya untuk fokus membereskan kasus kematian sang anak.

"Dia nikah lagi. Dan sekarang sudah punya dua anak. Tapi saya bukan bahas masalah itu, tapi ini gak etis. Saya dalam duka, dia pun dalam duka. Maunya saya fokus ke permasalahan kematian anak saya ini ada kejanggalan, ini yang harus diungkap. Istigfar bun, kalau bunda terus-terus seperti itu ada kemungkinan ayah juga balik nuntut," katanya.

Sikap kasar ayah kandung tak sampai di situ saja.

Baca juga: Polisi Tetapkan Ibu Tiri Anak yang Tewas di Sukabumi Sebagai Tersangka

Kuasa hukum TR, Moch Buchori mengatakan  bahwa Anwar sempat melempat korban ke dalam mobil saat dibawa ke rumah sakit.

"Kondisinya lemas emang sakit beliau. Kekhawatiran TR takut terjadi hal sesuatu makanya memaksakan kepada ayah kandung untuk dibawa ke rumah sakit, awalnya ayah kandung tidak mau. Saat waktu itu ayah kandungnya tidak mau dan dipaksa, saat dibopong diambil di almarhum dari rumah ke mobil itu terjadi pelemparan pada saat dimasukkan ke mobil," katanya.

Menurutnya, Anwar melempar NS ke kursi belakang.

"Itu saat ayahnya itu ke rumsah sakit itu tidak mau, kebawa emosional. Pengakuan TR karena si almarhum itu disuruh ke rumah sakit gak mau ayahnya gak mau, dia emosional, kepaksa, dia ambil si TR dan dimasukan ke mobil saya masuk ke mobil melempar ke jok belakang mobil," katanya.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.