57 Perusahaan Nyatakan Komitmen Investasi di IKN dengan Nilai Capai Rp72 Triliun
Nur Pratama February 25, 2026 05:09 PM

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM – Arus investasi di Otorita Ibu Kota Nusantara kembali bertambah.

Tiga perusahaan meneken perjanjian kerja sama untuk menggarap proyek komersial dan layanan publik di kawasan inti pembangunan ibu kota baru tersebut, Rabu (25/2/2026).

Kesepakatan diteken di Balai Kota Otorita IKN, kawasan KIPP Nusantara.

Tiga perusahaan yang terlibat yakni PT Panca Karya Sentosa, PT Maxi Nusantara Raya, dan PT Borneo Berkah Abadi.

Baca juga: Daftar 6 Ruas Tol Dibuka Gratis selama Mudik Lebaran 2026, Belum Ada Jalur Tol Balikpapan-IKN

Ketiganya akan mengembangkan fasilitas pusat perbelanjaan, kawasan kuliner, serta sarana olahraga di wilayah pengembangan 1A dan 1C.

Masuknya investor baru ini mempertegas arah pembangunan tahap berikutnya di IKN, yakni membentuk ekosistem kawasan yang tak lagi sebatas pusat pemerintahan, tetapi juga ruang hidup dengan aktivitas ekonomi yang berjalan.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, menyebut minat swasta terus meningkat. Hingga awal 2026, tercatat 57 perusahaan menyatakan komitmen investasi dengan nilai mencapai Rp72 triliun.

“Sudah ada komitmen dari 57 perusahaan dengan total investasi swasta murni sekitar Rp72 triliun,” ungkapnya.

Nilai tersebut menjadi indikator penting dalam fase pembangunan lanjutan. Setelah infrastruktur dasar dan gedung pemerintahan dibangun, kebutuhan akan pusat aktivitas harian, mulai dari belanja, makan, hingga olahraga, mulai dikejar agar kawasan tidak bergantung pada kota penyangga.

Proyek yang akan dikembangkan investor kali ini diarahkan untuk melayani aparatur sipil negara (ASN), yang mulai bertugas di Nusantara serta masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan.

Pengembangan dilakukan di sektor 1A dan 1C, dua area yang masuk prioritas penataan kawasan inti.

Salah satu perwakilan investor, Suni Yuwono Kusbandi dari PT Maxi Nusantara Raya, menyatakan pihaknya melihat pembangunan IKN sebagai momentum jangka panjang.

Ia menegaskan orientasi investasi tidak hanya pada keuntungan cepat.

“Ini IKN, kita harus jadi. Untung rugi nomor sekian, yang penting ekosistemnya terbentuk,” kata Suni.

Seiring masuknya investasi swasta, Otorita IKN menyebut proses perizinan dan pendampingan proyek dilakukan paralel, agar pembangunan fasilitas bisa berjalan sesuai target.

Penguatan sektor komersial ini diproyeksikan memicu aktivitas ekonomi baru, dan mempercepat terbentuknya pusat kota yang fungsional. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.