Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Menjelang hari raya Idul Fitri, kondisi akses jalan lintas eks KKA di Kabupaten Bener Meriah yang menghubungkan wilayah dataran tinggi Gayo dengan Kabupaten Aceh Utara masih memprihatinkan.
Baca juga: Tiang Listrik Swadaya Pesantren di Jalan KKA Tertimbun Longsor, Warga Berharap PLN Turun Tangan
Meski bencana banjir bandang dan tanah longsor telah berlalu hampir tiga bulan sejak November 2025, jalur vital provinsi ini tak kunjung mendapat perbaikan permanen dari pihak berwenang.
Wahyu salah satu sopir pengangkut barang asal Aceh Utara mengungkapkan mesti akses jalan KKA bisa dilalui tapi masih ada beberapa titik yang masih membahayakan para pengendara.
"Kalau jalan bisa cuma masih rusak kali jalannya, apalagi di jembatan Bailey Wih Pase, disana kalau hujan bisa nyangkut kita karena masih sangat terjal," ujarnya kepada TribunGayo.com, Rabu (25/2/2026).
Selain itu kondisi kerusakan lainnya terjadi di wilayah Kampung Burni Pase yang tak kunjung ada perbaikan, kondisi itu lantas
memicu inisiatif mandiri dari masyarakat di Kampung Burni Pase untuk memperbaikinya secara swadaya.
Baca juga: Rangka Jembatan Bailey di Jalan KKA Bener Meriah Mulai Dipasang, Realisasi Capai 15 Persen
Karena bagi warga Burni Pase, jalan ini bukan sekadar jalur transportasi, melainkan urat nadi ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta penghubung kehidupan sosial masyarakat lintas wilayah.
Maka denga dana hasil patungan sukarela dari masyarakat dan pengguna jalan warga lalu membeli material seperti pasir, batu, dan semen untuk memperkeras permukaan jalan di area Weh Pase.
Tanpa bantuan alat berat, warga bahu-membahu meratakan badan jalan demi menjaga akses transportasi tetap bisa dilalui kendaraan roda dua maupun mobil pengangkut logistik.
Sementara menanggapi fenomena tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bener Meriah, MHD Saleh, memberikan apresiasi tinggi terhadap solidaritas warga, namun sekaligus melontarkan kritik keras kepada Pemerintah Aceh.
Ia menegaskan bahwa aksi swadaya masyarakat ini merupakan bentuk kegelisahan nyata terhadap lambatnya respons negara dalam menjamin keselamatan publik.
"Saat rakyat harus memperbaiki sendiri jalan penghubung antar kabupaten, itu artinya masyarakat sedang berjuang menjaga keselamatannya dengan kemampuan terbatas.
Pemerintah Aceh tentu tidak boleh membiarkan kondisi ini berlangsung lama," tegasnya.
Kemudian mengingat status jalan tersebut merupakan kewenangan provinsi, Saleh mendesak Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, serta anggota DPRA dari Daerah Pemilihan II untuk segera turun tangan melakukan penanganan permanen.
"Harus segera diperbaiki, kami tidak menyalahkan siapa pun, tetapi masyarakat hari ini membutuhkan kehadiran pemerintah secara nyata.
Jalan ini bukan hanya milik Burni Pase, melainkan akses kehidupan bagi masyarakat Bener Meriah, Aceh Tengah hingga Aceh Utara. Keselamatan rakyat harus menjadi prioritas," pungkasnya. (*)
Baca juga: Hujan Deras Guyur Bener Meriah, Warga Panik dan Jalan KKA Lumpuh Lagi