Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bengkulu Selatan akan memaksimalkan patroli malam selama Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026.
Patroli ini tidak hanya melibatkan Satpol PP dan Damkar, tetapi juga berkolaborasi dengan aparat TNI dan Polri, Dinas Perhubungan (Dishub), dinas teknis terkait, serta para lurah dan camat. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengawasan di sejumlah titik yang berpotensi terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kepala Satpol PP dan Damkar Bengkulu Selatan, Efredy Gunawan, mengatakan patroli akan difokuskan di lokasi wisata hingga tempat nongkrong anak muda.
“Penertiban ini akan kita maksimalkan, terutama untuk patroli pada malam hari,” ujar Efredy saat diwawancarai wartawan TribunBengkulu.com.
Tempat Hiburan Tutup Pukul 00.00 WIB
Efredy menjelaskan, sesuai surat edaran yang berlaku selama Ramadan, tempat karaoke dan hiburan malam wajib tutup pukul 00.00 WIB. Sementara itu, anak sekolah diimbau sudah berada di rumah paling lambat pukul 19.00 WIB.
“Kita akan tertibkan jika ditemukan anak muda maupun tempat hiburan yang melanggar jam malam,” tegasnya.
Patroli Gabungan
Efredy menambahkan, pada Rabu malam, 25 Februari 2026, pihaknya akan menggelar patroli gabungan bersama TNI dan Polri. Sebanyak 15 personel dikerahkan untuk patroli, sementara sebagian lainnya bertugas sebagai pengawal (patwal) Wakil Bupati dalam rangka Safari Ramadan.
Apabila saat penertiban ditemukan perlawanan atau penolakan, tindakan akan dilakukan sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ketenteraman Masyarakat dan Ketertiban Umum yang telah mengatur sanksi bagi pelanggar.
“Masyarakat yang melanggar aturan akan diberikan sanksi sesuai perda yang berlaku,” tegas Efredy.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan berharap selama Ramadan masyarakat tidak melakukan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum, seperti balap liar, perang sarung, maupun kenakalan remaja lainnya.
Diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk serta memanfaatkan bulan suci Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.