TRIBUNMANADO.CO.ID - MINUT - Cerita warga ketika melintasi jalan menanjak dan menikung tajam di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Jalan itu berada adalah ruas Airmadidi - Tanggari, terletak di Desa Tangari, Kecamatan Airmadidi.
Warga sekitar menyebut tanjakkan itu dengan sebutan Tanjung Pisok Tanggari.
Titik jalan menanjak dan tikungan tajam, tepat berada di jaga 8 Desa Tanggari.
Setiap hari ramai dengan lalu-lalang kendaraan berbagai jenis.
Mulai dari sepeda motor, minibus, pick up, mobil tangki bahan bakar, dump truk, hingga kendara bertonase besar truk tronton, trailer yang angkut peti kemas atau konteiner.
Jalan itu sangat familiar di kalangan para pengendara kendaraan bermotor.
Apalagi ketika cuaca hujan, usai hujan, ada sisa material pasir, tanah, semen dan lainnya berada di badan jalan.
Setiap akan melintas, sopir atau pengendara harus memacu kendaraan dari bawah, lalu harus teliti dan skill ketika berpapasan dengan kendaraan berlawanan arah.
Tak jarang bunyi roda kendaraan kerap terdengar saat kendaraan bermotor lewat di jalan itu.
Rabu 25 Februari 2026, sekitar pukul 06.30 Wita, terjadi sebuah insiden.
Sebuah Mobil truk tronton warna putih bernomor polisi DB 8168 LE yang angkut peti kemas atau konteiner berisi material konstruksi berbahan holo jatuh berhamburan di jalan.
Peristiwa itu terjadi saat mobil truk tronton yang bertolak dari Kota Manado, hendak menuju ke Tondano, Kabupaten Minahasa.
Menurut Tante Lus, warga di sekitar lokasi menyebut, bagian jalan itu disebut banyak orang sebagai 'Tanjung Pisok Tanggari'.
Titik tersebut rawan akan kecelakaan lalu lintas.
Tak sedikit kendaraan, khususnya motor yang kerap alami kecelakaan ketika melintasi titik ruas jalan yang menghubungkan Desa
Sawangan dan Desa Tanggari Kecamatan Airmadidi.
"Untuk kejadian barang berhamburan seperti hari ini, di tahun 2026 baru pertama kali. Kalau tahun sebelumnya hampir lima kali kejadian," kata Tante Lus saat diwawancarai reporter Tribun Manado Christian Wayongkere di teras depan rumahnya, Rabu 25 Februari 2026.
Saat wawancara berlangsung, cuaca mendung bergerimis.
Di jalan ada hampir 10 orang laki-laki yang sibuk memindahkan ratusan material konstruksi berbahan Holo.
Untuk kendaraan angkutan yang barangnya sempat terjatuh di ruas jalan tersebut, berupa gelon air minum, tabung gas dan jenis lainnya.
"Tanjakan itu tidak hanya menanjak tapi menikung, dari bawah ketika menanjak langsung patah ke kiri," jelasnya.
Sementara itu untuk kecelakaan sudah tak terhitung jumlahnya.
Baik kecelakaan mobil maupun motor, sudah banyak kali kejadian.
Faktor penyebab di antaranya jalan licin, sisa muatan dari kendaraan angkut tanah, pasir dan semen yang tumpah ke badan jalan.
Selain faktor tersebut ada faktor alam. "Paling banyak yang alami kecelakaan disitu motor ," kata dia. (Crz)
Baca juga: Truk Tronton Gagal Nanjak di Jalan Tanggari - Airmadidi Minut, Aktivitas Lalin Macet Hampir 30 Menit