Jakarta (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jakarta Barat (Jakbar) secara umum menginginkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di daerah itu, melalui lima program strategis.

Pertama, kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jakarta Barat Hilda Kusuma Dewi di Jakarta, usai pengukuhan kepengurusan baru organisasi itu, Rabu, pihaknya berkomitmen mendorong penguatan daya saing usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar naik kelas dan terhubung dengan rantai pasok industri serta pasar modern.

"Kedua, pengembangan ekosistem usaha terintegrasi antara perdagangan, industri, jasa, logistik, dan ekonomi kreatif," katanya.

Kemudian, kata dia, mendorong investasi dan kewirausahaan baru di kawasan pertumbuhan seperti Puri, Kembangan dan koridor barat Jakarta.

Selanjutnya, memperkuat kolaborasi dunia usaha dan pemerintah kota dalam penataan kawasan ekonomi rakyat seperti Tambora, Glodok dan sentra perdagangan tradisional.

"Terakhir, memastikan transformasi ekonomi Jakarta Barat berjalan inklusif dan berkelanjutan," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Diana Dewi menegaskan bahwa kepemimpinan Kadin di tingkat kota memiliki peran strategis.

"Utamanya dalam menggerakkan ekonomi dan menghadirkan solusi nyata bagi dunia usaha," kata dia.

Senada, Wali Kota Jakbar Iin Mutmainnah juga menekankan pentingnya inovasi, peningkatan produktivitas sebagian bagian dari upaya peningkatan ekonomi.

"Kemudian juga penciptaan lapangan kerja berkualitas guna memperkuat daya saing Jakarta Barat," kata dia.

Kegiatan itu turut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko), jajaran pemerintah kota, para Ketua Asosiasi Anggota Luar Biasa (ALB), pengurus Kadin Indonesia, serta para Ketua Kadin wilayah se-DKI Jakarta.