Ngaku Polisi Ternyata Bekerja Serabutan, Penganiaya 3 Karyawan SPBU Jakarta Timur Positif Narkoba
Weni Wahyuny February 26, 2026 03:01 AM

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Beredar video di media sosial penganiayaan 3 karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di wilayah Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur.

Pelaku yang mengaku-ngaku anggota aparat ternyata bekerja serabutan.

Pria inisial JMH itu bahkan positif menggunakan narkoba, setelah Polres Metro Jakarta Timur melakukan tes urine kepada pelaku. 

"Untuk hasil tes urine pelaku positif menggunakan narkoba. Masih dikembangkan terkait narkoba oleh Satresnarkoba," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026). 

"Iya, bukan polisi. Pekerjaan pelaku serabutan," jelasnya. 

3 Karyawan Dianiaya

Sebelumnya, tiga karyawan SPBU Pertamina di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, dianiaya pelanggan saat proses pengisian bahan bakar, Minggu (23/2/2026) malam. 

Staf SPBU, Mukhlisin (38), menjelaskan, peristiwa bermula ketika pelanggan tersebut hendak mengisi Pertalite, tetapi kendaraan yang digunakan tidak sesuai dengan data pada barcode. 

"Sebenarnya pihak customer tersebut mengisi Pertalite, dan nomor barcode-nya sesuai, tapi mobilnya tidak sesuai dengan digambar di EDC tersebut. Jadi kan peraturan nomor di nopol sama mobil harus sesuai di EDC SPBU," tutur Mukhlisin. 

Baca juga: Ini Sosok JMH, Wiraswasta yang Nekat Mengaku Polisi dan Aniaya Tiga Karyawan SPBU di Pulogadung

Menurut dia, petugas kemudian menyarankan pelanggan mengisi Pertamax sesuai prosedur operasional standar (SOP). 

Namun, pelanggan justru marah. 

"Disarankan ke Pertamax. Kalau yang di Solar paling kita sarankan ke Pertamina Dex. Ada pilihan sih sebenarnya," jelas Mukhlisin. 

"Dari pihak customer-nya itu menyebut 'Ini mobil jenderal'. 

Terus di video juga dia menyebut bilangnya 'kapolda' gitu. Ada narasi, ada kata-kata 'kapolda' ketika dia ngebentak-bentak gitu tadi," tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.