Penumpang di penerbangan ini tak menyangka dengan apa yang menimpa mereka. Kok bisa-bisanya, penerbangan batal berkali-kali sampai bandara tutup.
Insiden ini terjadi pada Kamis (19/2/2026), pada penerbangan Lufthansa LH2446 dengan jadwal penerbangan dari Munich, Jerman ke Kopenhagen, Denmark. Penerbangan singkat sejauh 504 mil ini dioperasikan oleh Airbus A320neo, seperti dikutip dari Aviation A27.
Penerbangan itu seharusnya berangkat pukul 21.30 waktu setempat dan tiba pukul 23.05 waktu setempat. Namun, kenyataan berkata lain.
Penumpang dibuat lelah dengan penundaan bergilir. Seakan ada harapan, mereka tetap boarding meski penundaan keberangkatan telah diumumkan. Penumpang diangkut dengan bus ke tempat parkir terpencil di bandara.
Halaman status penerbangan di situs web Lufthansa menunjukkan penerbangan tersebut mengalami penundaan keberangkatan pukul 23.56, tetapi pesawat tersebut tidak pernah berangkat.
Menurut beberapa laporan penumpang, awak kabin memberikan informasi terbaru kira-kira setiap 30 menit. Mereka menjelaskan bahwa bus diminta untuk mengangkut penumpang kembali ke gedung terminal.
Sekitar pukul 02.00 waktu setempat, penumpang diberitahu bahwa Bandara Munich telah ditutup untuk malam itu. Laporan menunjukkan bahwa tidak ada pengemudi bus yang tersedia, sehingga penumpang tidak punya pilihan selain tetap berada di dalam pesawat hingga pagi hari.
Jenis pesawat yang digunakan memiliki fasilitas tempat duduk yang sempit dan persediaan yang terbatas. Selimut dan bantal tidak tersedia, bahkan persediaan katering sangat minim karena durasi penerbangan yang singkat.
Penumpang dilaporkan baru turun dari pesawat pada dini hari setelah bus akhirnya tiba. Banyak yang dipesankan ulang ke penerbangan pertama yang tersedia ke Kopenhagen pada pukul 06.40 waktu setempat. Meski harus mengalami keterlambatan lagi sekitar satu jam.
Bandara Munich berfungsi sebagai salah satu hub utama Lufthansa di Eropa dan menangani lebih dari 40 juta penumpang setiap tahunnya. Bandara ini juga memberlakukan jam malam yang ketat, yang menambah kompleksitas gangguan di malam hari.
Para pengamat industri mencatat bahwa bandara penghubung biasanya memiliki prosedur darurat untuk operasi yang tidak teratur. Prosedur ini seringkali mencakup koordinasi transportasi darat dan manajemen tempat parkir pesawat jarak jauh untuk mencegah situasi di mana penumpang tetap berada di dalam penerbangan yang dibatalkan.
Insiden ini telah memunculkan pertanyaan tentang koordinasi operasional antara tim darat maskapai penerbangan dan penyedia layanan bandara. Meskipun operasi yang tidak teratur dapat mengganggu jadwal, penahanan yang berkepanjangan di dalam pesawat setelah pembatalan tetap sangat tidak biasa di bandara penghubung utama.
Lufthansa belum secara publik merinci faktor operasional yang menyebabkan keterlambatan dalam mengatur transportasi. Namun, kejadian ini menggarisbawahi betapa cepatnya penundaan yang berulang dapat meningkat menjadi kegagalan layanan penumpang yang signifikan ketika komunikasi dan logistik terganggu.
Penahanan semalaman membuat penumpang yang terkena dampak mengalami kelelahan dan rencana perjalanan yang terganggu. Bagi banyak orang, apa yang seharusnya menjadi koneksi rutin larut malam di Eropa berubah menjadi pengalaman bandara yang panjang dan tidak nyaman.
Artikel ini menjadi artikel terpopuler, Rabu (25/2/2026). Baca juga artikel populer lainnya di bawah ini:
1. Ketika Bayi Monyet Punch Menggugah Empati Dunia
2. Tak Ada Ampun, Thailand Hapus Teguran bagi Pengemudi Mabuk
3. Bali Direndam Banjir, Turis Dievakuasi dengan Perahu Karet
4. Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
5. Sebut Penduduk Singapura Paling Tidak Sopan, Turis Eropa Dikecam
6. Buntut 7 Koper Turis Thailand Hilang Dicuri, Jumlah Kunjungan ke Bromo Turun?
7. Thailand Umumkan Penyebab Matinya 72 Harimau, Tak Menular ke Manusia
8. Gandeng Summarecon, Ascott Resmikan Harris Hotel & Convention di Serpong
9. Pembunuh Wanita Dalam Koper Itu Akhirnya Diusir dari Bali
10. Kesaksian Turis Saat Meksiko Chaos Kartel El Mencho: Mencekam dan Mengerikan!







