TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Buleleng –Jembrana (Burana) terus berlanjut.
Pada tahap kedua ini, pengembangan difokuskan pada penambahan jaringan distribusi untuk masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Perkim Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra, menjelaskan pengembangan SPAM Burana didanai secara kolaboratif oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten, Perumda Air Minum, hingga masyarakat sebagai pemanfaat layanan.
"Saat ini jaringan sudah menjangkau Celukan Bawang dan direncanakan diperluas hingga Gilimanuk," ucapnya, Rabu 25 Februari 2026.
Baca juga: Bupati Jembrana Teken Kerja Sama Pembangunan SPAM dengan Swasta, Pastikan Ketersediaan Air Bersih
Layanan distribusi nantinya menyasar wilayah Seririt dan Celukan Bawang di Kecamatan Gerokgak.
Sumber air baku telah tersedia dan siap dimanfaatkan, dengan pengelolaan operasional bekerja sama dengan Perumda Air Minum.
Dari sisi kapasitas, SPAM Burana memiliki potensi debit hingga 500 liter per detik yang sudah terbangun.
Kendati demikian belum dimanfaatkan secara optimal.
"Melalui kegiatan ini, ditargetkan melayani 34 desa di Kabupaten Buleleng dengan cakupan sekitar 21 ribu sambungan rumah (SR)," tandasnya.
Sementara Direktur Utama Perumda Tirta Hita Buleleng, I Made Lestariana, menambahkan pemanfaatan layanan akan dilakukan bertahap mengikuti pengembangan jaringan distribusi utama.
"Saat ini baru sekitar 60 liter per detik yang dimanfaatkan untuk hampir 8.000 pelanggan di wilayah Seririt dan Banjar. Dengan kapasitas yang tersedia, peluang pengembangan masih sangat besar," jelasnya.
Ia menyebut, tantangan utama saat ini terletak pada pembangunan jaringan distribusi utama dan reservoir penampungan.
Seiring perluasan jaringan induk, Perumda akan memperluas cakupan layanan ke wilayah barat dan timur sesuai rencana pengembangan. (mer)