BANGKAPOS.COM,BANGKA - Insiden terbaliknya Kapal KM Lintas Armada Nusantara di alur Pelabuhan Pangkalbalam hingga kini masih menjadi persoalan yang perlu dituntaskan.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bangka Belitung, Taufik Rizani, berharap peran penting KSOP Kelas IV Pangkalbalam mengingat kapal tersebut sudah mengganggu jalur kapal sejak Minggu (07/07/2024) lalu.
"Kita minta kepada KSOP sebagai pemilik otoritas pelabuhan untuk segera melakukan pertemuan dengan pihak pelayaran," ujar Taufik Rizani, Kamis (26/2/2026).
Pihaknya mengatakan akan kembali melakukan koordinasi dengan KSOP Pangkalbalam guna mempercepat evakuasi kapal yang bermuatan pupuk tersebut.
"Makanya kita sudah koordinasi dengan KSOP karena itu kewenangan mereka. Cuma mereka katanya sudah memanggil pihak pelayaran untuk segera melakukan evakuasi. Namun sampai saat ini, KSOP belum juga memberikan konfirmasi," bebernya.
Taufik Rizani mengakui keberadaan bangkai kapal mengganggu jalur maupun aktivitas di Pelabuhan Pangkalbalam.
"Kita masuk susah, keluar susah. Kita minta agar alur ini tidak terganggu," ungkapnya.
Kapal tersebut sudah lama terdampar di tengah aliran sungai. Sejak beberapa tahun lalu, kapal itu belum dilakukan evakuasi oleh pemiliknya.
Padahal, pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, telah melayangkan surat kepada pihak agen kapal untuk menindaklanjuti kapal terbalik tersebut.
"Jadi, kapal Lintas Armada Nusantara itu bukan KSOP tidak bertanggung jawab lagi ya. Masih tetap tanggung jawab kami. Saya sudah rapat tiga kali, kemarin ada rapat finalisasi," kata Kepala KSOP Kelas IV Pangkalbalam, Saiful Anwar.
Dari rapat itu, pihak KSOP Kelas IV Pangkalbalam telah mengirimkan surat sebanyak tiga kali kepada pihak agen kapal Lintas Armada. Namun sampai saat ini, pihak agen belum bisa mengangkat atau menarik kapal dari tengah sungai.
"Sudah tiga kali rapat. Kedua, saya sudah membuat surat teguran ketiga. Nah, dari surat pertama, kedua, dan ketiga kepada pemilik kapal, terkait kapal itu sudah kita serahkan ke pusat. Artinya, saya minta solusi jalan keluarnya seperti apa," bebernya.
"Kapal itu tidak diasuransikan. Kalau kapal itu tidak diasuransi, kebetulan juga grosse aktanya masih ada di bank. Si owner ini sampai saat ini belum menyelesaikan utang di bank," ujarnya.
Maka dari itu, sampai saat ini pemilik kapal masih berusaha mendapatkan grosse akta dan asuransi kapal agar kapal yang saat ini terdampar bisa ditindaklanjuti.
"Si owner tidak bisa dipaksa karena dia masih ada utang di bank untuk mengambil grosse akta. Terus habis itu mau dijual, orang pun tidak mau karena grosse akta masih di bank. Proses itulah yang sekarang masih dijalankan pemilik kapal. Kedua, rapat terakhir kemarin masih mencari asuransinya," terangnya.
KSOP Kelas IV Pangkalbalam telah meminta pemilik atau owner untuk segera memindahkan atau menggeser kapal yang berada di tengah alur Batu Rusa yang sampai saat ini masih terdampar.
"Intinya, kami minta kapalnya sesegera mungkin dipindahkan atau digeser karena kemarin proses pengangkatan tidak berhasil. Di dalam kapal itu ada muatannya, barang yang tidak bisa dikeluarkan," kata Saiful.
Tak dipungkiri, pihaknya tetap melakukan pengawasan terhadap kapal yang terdampar agar tidak mengganggu alur keluar masuk kapal. Namun sampai saat ini, keluar masuk kapal masih aman dan tidak terganggu.
"Saya sering minta anggota setiap hari, khususnya malam hari ketika lampunya mati. Saya komunikasikan ke agen supaya agen langsung mengganti lampu yang mati dan tidak mengganggu jalur keluar masuk kapal," ungkapnya.
"Sampai saat ini tidak ada kapal tertunda, baik keberangkatan maupun kedatangan, termasuk kegiatan bongkar muat, dan tidak ada yang tertunda akibat adanya kapal yang masih terdampar," ujarnya.
Diakuinya, sampai saat ini pihaknya masih menunggu owner atau agen kapal untuk menyelesaikan persoalan grosse akta kapal dan mencari asuransi agar kapal bisa diangkut atau digeser dari tengah alur sungai.
"Mereka kan masih berusaha. Nanti kalau sudah selesai, langkah selanjutnya baru kita lakukan karena kita juga sudah koordinasi dengan pusat soal kapal terbalik hingga terdampar di alur sungai," jelas Saiful.
Untuk diketahui, Kapal KM Lintas Armada Nusantara terbalik di Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Minggu (07/07/2024) sekitar pukul 03.15 WIB.
Saat kejadian, kapal bermuatan pupuk yang membawa 13 ABK tersebut sedang lego jangkar di area alur dalam Pelabuhan Pangkalbalam, tepatnya di depan KM Sentosa 12. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).