Kupas Tuntas Fikih Air di Bulan Suci, Kanwil Mengaji Hari Ke-5 Bawa Kesejukan untuk Kemenkum Jabar
bisnistribunjabar February 26, 2026 03:44 PM

TRIBUNJABAR.ID - BANDUNG - Program pembinaan spiritual "Kanwil Jabar Mengaji" dalam rangka mendampingi pelaksanaan tugas dan fungsi (tusi) pegawai di bulan suci Ramadhan 1447 H telah memasuki hari kelima. Kegiatan yang berlangsung khidmat pada hari Kamis, 26 Februari 2026, ini bertempat di Masjid At-Taqwa, lingkungan Kanwil Kemenkum Jawa Barat. 

2Rutincxz
Agenda rutin ini diikuti oleh jajaran pegawai yang antusias mengisi waktu di bulan puasa dengan memperdalam ilmu agama sekaligus memperkuat kebersamaan antar rekan kerja. Kakanwil Kemenkum Jabar, Asep Sutandar, memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program pengajian ini. Di waktu yang lain dalam arahannya, Asep Sutandar menekankan bahwa asupan spiritual di bulan Ramadhan sangat penting untuk menyeimbangkan beban kerja abdi negara. 

Agenda rutin ini diikuti oleh jajaran pegawai yang antusias mengisi waktu di bulan puasa dengan memperdalam ilmu agama sekaligus memperkuat kebersamaan antar rekan kerja. Kakanwil Kemenkum Jabar, Asep Sutandar, memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program pengajian ini. Di waktu yang lain dalam arahannya, Asep Sutandar menekankan bahwa asupan spiritual di bulan Ramadhan sangat penting untuk menyeimbangkan beban kerja abdi negara. 

Kakanwil Asep berharap kegiatan mengaji ini tidak hanya menjadi rutinitas ibadah semata, melainkan mampu menjadi fondasi integritas, kesabaran, dan keteladanan bagi seluruh jajaran Kemenkum Jabar. Menurutnya, kejernihan hati yang diasah melalui kajian agama akan berbanding lurus dengan kualitas pelayanan publik yang tulus dan profesional kepada masyarakat.

Pada pertemuan kali ini, kajian dipimpin oleh Ustaz Sofyan Yahya yang membawakan materi mendalam seputar Fikih dari kitab klasik yang sangat monumental, Bulughul Maram min Adillatil Ahkam karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani. Fokus pembahasan mengerucut pada Bab Thaharah (Bersuci), secara spesifik mengupas tuntas tentang perkara air (Bab Al-Miyah). Ustaz Sofyan menjelaskan bahwa pemahaman tentang air adalah kunci utama keabsahan ibadah seorang muslim, mengingat air adalah media utama untuk mengangkat hadas besar maupun hadas kecil.

Lebih detail, Ustaz Sofyan menjabarkan klasifikasi air berdasarkan pandangan para ulama yang merujuk pada hadis-hadis nabi. Ia memaparkan perbedaan antara air Thahir muthahhir (suci dan menyucikan seperti air hujan, air laut, dan air sumur), air Thahir ghairu muthahhir (suci namun tidak bisa menyucikan karena telah tercampur benda suci lain hingga berubah sifat aslinya), serta air Mutanajjis (air yang terkena najis hingga berubah warna, rasa, atau baunya). 

Disisipkan pula penjelasan mengenai hadis dua qullah yang menjadi batas volume air agar tidak mudah dihukumi najis saat terkena kotoran. Penjelasan terperinci dan aplikatif ini diharapkan dapat meminimalisir keraguan para pegawai dalam bersuci, sehingga ibadah sehari-hari di tengah kesibukan bertugas dapat terlaksana dengan lebih sempurna.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.