SURYA.CO.ID, SURABAYA - Anggota Komisi C DPRD Jatim, Abdullah Abu Bakar tak mempersoalkan wacana pembentukan BUMD khusus pariwisata yang kini tengah dikaji oleh Pemprov Jawa Timur.
Namun, Abu berharap BUMD apapun yang dimiliki oleh Pemprov bisa optimal dalam peranannya.
"Bagus tidak masalah, selama tidak mismanagement saja. Jadi manajemennya itu memang harus bagus," kata Abu Bakar saat dimintai tanggapan tentang wacana pembentukan BUMD Pariwisata, Kamis (26/2/2026).
Wacana pembentukan BUMD Pariwisata sebelumnya disampaikan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Pada awal Februari lalu, Khofifah menyebut Pemprov tengah mengkaji hal ini.
Tujuannya, guna mendorong peningkatan pendapatan daerah. Ini disampaikan .
Baca juga: DPRD Jatim : Jamkrida Harus Optimal Dukung Penguatan UMKM
Secara prinsip, Abu menyebut bahwa apapun BUMDnya asalkan dijalankan dengan manajemen yang baik, pasti akan sukses.
Hal ini begitu ditekankan oleh Abu. Sebab ia memandang selama menjadi Anggota DPRD Jatim setahun setengah, BUMD yang ada seolah belum memiliki indikator kinerja yang jelas.
Dewan ingin BUMD apapun yang dimiliki Pemprov, termasuk yang tengah dikaji, nantinya bisa optimal.
Terlebih, DPRD saat ini tengah getol mengukur kinerja BUMD melalui Pansus yang dibentuk sejak beberapa bulan yang lalu.
Abu memastikan melalui Pansus ini, DPRD ingin memberikan rekomendasi tentang bagaimana BUMD ke depan.
"Makanya saya berharap mudah-mudahan Pansus ini melahirkan pemikiran-pemikiran kritis yang kira-kira bisa membuat BUMD ini menyumbangkan dividen cukup besar.Dan saya berharap juga orang-orang yang nggak bisa kerja di BUMD, yang hanya parkir doang, itu harus dibuang," tegas Abu.