Pertama, sebuah video yang memperlihatkan hujan es di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar), viral di media sosial, Rabu (25/2/2026) sore.
Dalam video tersebut terlihat hujan lebat mengguyur kawasan permukiman warga, disertai bongkahan-bongkahan es yang menghantam atap rumah hingga menimbulkan bunyi keras.
Selanjutnya, kebakaran hebat melanda deretan ruko di Pasar Sore Simpang Lagan, Nagari Punggasan Utara, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (26/2/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB atau menjelang waktu sahur.
Terakhir, hari kelima Ramadan 1447 H, Senin (23/2/2026), lalu Pemerintah Kota Pariaman bersama Dinas Kesehatan dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Padang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Pabukoan Balai Kuraitaji dan kawasan kuliner Desa Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah.
Sidak tersebut dipimpin Wali Kota Yota Balad guna memastikan keamanan jajanan berbuka puasa yang dijual pedagang selama bulan suci Ramadan.
Baca selengkapnya berikut ini:
Sebuah video yang memperlihatkan hujan es di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar), viral di media sosial, Rabu (25/2/2026) sore.
Dalam video tersebut terlihat hujan lebat mengguyur kawasan permukiman warga, disertai bongkahan-bongkahan es yang menghantam atap rumah hingga menimbulkan bunyi keras.
Pada keterangan video, disebutkan butiran es yang turun berukuran kecil hingga sebesar kelereng.
Menanggapi peristiwa tersebut, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau, Decky Irmawan, menjelaskan bahwa hujan es atau rambun merupakan fenomena cuaca ketika hujan turun dalam bentuk bongkahan kecil es.
Baca juga: Bangkit dari Musibah, Sherly Sewa Kontrakan Usai Rumahnya Dilalap Api di Andalas Padang
Menurutnya, di wilayah khatulistiwa seperti Sumatera Barat, fenomena hujan es tidak hanya dipengaruhi arus udara naik dan turun, tetapi juga faktor orografis, topografi wilayah, serta faktor lokal lainnya.
“Udara yang naik dengan kelembapan tinggi akan mengalami pendinginan cepat sehingga membeku pada ketinggian tertentu. Di dalam awan terjadi turbulensi yang membuat butiran air yang membeku saling melekat dan memadat menjadi es yang lebih tebal,” jelas Decky.
Ia menerangkan, ketika ukuran dan berat butiran es semakin besar dan tidak mampu lagi ditahan arus udara naik (updraft), maka butiran tersebut akan jatuh ke permukaan dengan cepat akibat pengaruh arus udara turun (downdraft) dan masih dalam bentuk padat atau es.
Terkait kejadian di Sawahlunto pada Rabu sore kemarin, Decky menyampaikan berdasarkan pantauan radar cuaca, terdeteksi pertumbuhan awan konvektif kuat jenis Cumulonimbus dengan ketebalan hingga 9 kilometer dari permukaan.
Baca juga: 5 Titik Pasar Pabukoan Paling Ramai dan Terlengkap untuk Berburu Takjil di Padang
“Awan ini berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas kuat yang dapat disertai angin kencang, petir atau kilat, hingga hujan es. Kejadian tersebut terpantau terjadi di Kecamatan Barangin, Kecamatan Lembah Segar, dan Kecamatan Silungkang, sekitar pukul 15.00 hingga 15.20 WIB,” ujarnya.
Ia menambahkan, pertumbuhan awan tersebut dipicu pemanasan lokal pada pagi hingga siang hari yang diikuti kelembapan tinggi, sehingga memicu aliran udara naik dan turun yang kuat, terutama di wilayah perbukitan.
Decky juga menyebutkan, sebelum kejadian, BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau telah mengeluarkan peringatan dini cuaca pada pukul 14.40 WIB.
“Peringatan dini tersebut berlaku pukul 14.50 hingga 17.00 WIB untuk potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah tersebut,” katanya.
Baca juga: Dorong Peserta Didik Lebih Kreatif, Guru SD Sawahlunto Dibekali Pelatihan Pembelajaran Mendalam
Untuk tiga hari ke depan, prospek cuaca di wilayah Sawahlunto diprakirakan didominasi kondisi berawan. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara drastis.
Contohnya pagi hingga siang hari cuaca terik dan lembap, namun pada sore hari bisa berubah menjadi gelap dan berpotensi hujan lebat.
"Kami mengimbau masyarakat selalu memperbarui informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca melalui aplikasi InfoBMKG, website resmi BMKG, maupun media sosial Stasiun Meteorologi Minangkabau,” tutupnya.
Kebakaran hebat melanda deretan ruko di Pasar Sore Simpang Lagan, Nagari Punggasan Utara, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (26/2/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB atau menjelang waktu sahur.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Satpol PP Pesisir Selatan, Agung mengatakan, api pertama kali terlihat dari bagian belakang salah satu ruko yang disewa Leni, pedagang pakaian dan pecah belah.
“Sekitar pukul 03.30 WIB api mulai terlihat dari belakang ruko milik Ibu Leni. Dalam waktu kurang lebih satu jam, api sudah menyebar dan menghanguskan seluruh deretan ruko yang berjumlah 12 petak,” ujar Agung.
Adapun ruko tersebut diketahui milik Buk Jaya dengan total 12 petak yang disewakan kepada sejumlah pedagang.
Di antaranya yaitu toko jual beli motor bekas, toko barang plastik dan pakaian, toko sembako dan rempah-rempah, toko akuarium, grosir barang harian, toko buku dan fotokopi serta toko sembako dan rempah-rempah.
Baca juga: Alat Berat Mulai Keruk Material Banjir Bandang di Balai Gadang Padang, Warga Mulai Merasa Lega
Mendapat laporan dari warga, petugas Damkar langsung bergerak ke lokasi. Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Ranah Pesisir dan Lengayang dikerahkan untuk menjinakkan api.
“Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 04.30 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman bersama warga. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.30 WIB,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, seluruh bangunan ruko dilaporkan hangus terbakar. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kerugian material ditaksir mencapai lebih kurang Rp 5 miliar.
“Untuk penyebab kebakaran saat ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang,” ujar Agung.
Ia menambahkan, setelah kejadian, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polsek setempat dan pemerintah kecamatan, serta membantu penanganan awal bersama masyarakat sekitar.
Saat ini, petugas masih melakukan pendataan lanjutan terhadap dampak kebakaran tersebut. Sementara itu penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
Hari kelima Ramadan 1447 H, Senin (23/2/2026), lalu Pemerintah Kota Pariaman bersama Dinas Kesehatan dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Padang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Pabukoan Balai Kuraitaji dan kawasan kuliner Desa Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah.
Sidak tersebut dipimpin Wali Kota Yota Balad guna memastikan keamanan jajanan berbuka puasa yang dijual pedagang selama bulan suci Ramadan.
Yota Balad menyampaikan, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan Pemko Pariaman untuk memastikan makanan dan minuman yang dijual bebas dari zat berbahaya seperti formalin dan boraks.
“Pemeriksaan makanan ini dilakukan supaya masyarakat Kota Pariaman terhindar dari makanan berbahaya yang bisa mengganggu kesehatan. Karena ada makanan dan minuman yang warnanya terlalu mencolok atau teksturnya terlalu kenyal seperti karet,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan awal di lapangan, ia menyebutkan sampel makanan dan minuman yang diuji masih aman untuk dikonsumsi.
Namun, jika hasil uji laboratorium menemukan zat berbahaya, pihaknya akan melakukan pembinaan kepada pedagang.
Baca juga: Tabuhan Rebana Jadi Penanda, Yota Balad Launching Pesantren Ramadhan SD dan SMP se-Pariaman
“Kalau ada temuan, tentu akan kita bina agar tidak lagi menggunakan bahan berbahaya,” tegasnya.
Ia juga mengimbau para pedagang untuk menggunakan bahan alami agar masyarakat merasa aman saat mengonsumsi takjil.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Padang, Martin Suhendri, mengatakan pihaknya mengambil 60 sampel makanan dan minuman dari dua lokasi tersebut untuk diuji di laboratorium.
“Hari ini kami melakukan pengawasan terpadu untuk memastikan keamanan pangan masyarakat yang mengonsumsi takjil. Hasil uji nanti akan kami sampaikan kepada Dinas Perindagkop dan UKM serta Dinas Kesehatan Kota Pariaman,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas dan selektif dalam memilih takjil, serta meminta pelaku usaha tidak menggunakan bahan yang dapat membahayakan kesehatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Sekretaris Daerah Afrizal Azhar, jajaran OPD, camat, tim laboratorium BPOM, serta unsur Forkopimda Pariaman. (rls)