Beredar Pesan WA Kuak Awal Mula Raihan Kenal Mahasiswi UIN Suska Riau Hingga jadi Pemicu Bacok 
Moch Krisna February 27, 2026 10:32 AM

 

TRIBUNSUMSEL.COM - Beredar isi pesan WhatsApp yang menguak awal mula Raihan Mufazzar (21) mengenal mahasiswi UIN Suska Riau Farradhilla Ayu Pramesti (23) hingga berujung dibacok.

Diketahui, peristiwa pembacokan itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB di kampus saat korban berada di sebuah ruangan lantai dua bangunan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum.

Korban sedang menunggu jadwal ujian munaqosah, atau ujian skripsi akhir.

Tiba-tiba pelaku yang merupakan teman satu jurusan dan angkatan korban, datang ke ruangan dan membacok korban.

Kini beredar isi pesan yang membongkar awal mula perkenalan korban dengan pelaku.

Dalam pesan tersebut diceritakan, Reihan awalnya mengenal Farradhilla Ayu Pramesti karena satu tempat Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Saat itu keduanya kenal hanya sebatas teman.

Seiring berjalan waktu, perasaan Reihan mulai timbul saat Farradhilla memberinya perhatian mengingatkan soal makan.

Sementara, Farra sudah memiliki kekasih dan Reihan mengetahui hal tersebut.

Baca juga: Pengakuan Raihan Tersangka Pembacokan Mahasiswi UIN Suska, Niat Membunuh Gegara Sakit Hati

Hinga akhirnya Farra menegaskan ke Reihan jika mereka hanya sebatas teman tidak lebih.

Merasa terganggu, Farra pun memilih menjauhi Reihan hingga akhirnya membuat emosi Reihan memuncak membacok korban.

"Farra ni kenal Rehan karena satu KKN, itu pertama kalinya orang tua kenal, bukan dari Azzah, terus karena satu tempat KKN Farra ini dekat dengan Rehan cuma sebatas teman doang, kayak suruh makan gitu karena anaknya emang introvert, jadi karena perlakuan Farra yang kayak gitu si Rehan ni baper, padahal si Rehan tau kalau Farra sudah punya cowok, dan Farra udah bilang baik-bak ke Rehan kalau cuma mau temanan aja, udah dijelasin juga sama Farra tapi si Rehan karena sudah terlanjur bawa perasaan gak tau apa yang dia pikirin, dia gak mau semua tu sampai pada akhirnya Farra ngejauh dari si Rehan karena dia ngerasa tergangu, karena itulah jadi pemicu Rehan marah ke Farra," tulisnya, dikutip Instagram @riaufolk, Jumat (27/2/2026).
 

Motif Sakit Hati

Motif penganiayaan ini dipicu asmara. Pelaku sakit hati karena korban ingin memutuskan hubungan. 

"Pelaku merasa sakit hati, karena korban mau memutuskan hubungan pacaran karena sudah punya pacar," ungkap Kapolsek Bina Widya, Kompol Nusirwan kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis. 

Pasca melakukan aksinya, pelaku ditangkap. Ia resmi ditetapkan tersangka dan sudah ditahan.

Kompol Nusirwan mengatakan, pelaku sudah merencanakan aksi kejahatannya. 

Pelaku berangkat dari rumahnya di Bangkinang, Kabupaten Kampar, membawa sebilah kampak dan sebilah parang, dimasukkan dalam tas.

"Pelaku sudah menyiapkan senjata tajam, berniat membunuh korban," kata Nusirwan.

Penyidik Unit Reskrim Polsek Bina Widya, kata dia, saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.

"Pelaku dilakukan pemeriksaan dan pendalaman," kata Nusirwan. 

Pelaku dapat dijerat dengan Pasal 469 UU Nomor 1 Tahun 2023 KUHPidana. Ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Diketahui, Pelaku dan korban merupakan teman seangkatan sesama semester VIII jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum.

 

Kronologi Kejadian

Korban pembacokan yakni mahasiswi bernama Farradhilla Ayu Pramesti (23).

Saat peristiwa terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, korban berada di sebuah ruangan lantai dua bangunan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum.

Korban sedang menunggu jadwal ujian munaqosah, atau ujian skripsi akhir.

Tiba-tiba pelaku yang merupakan teman satu jurusan dan angkatan korban, datang ke ruangan.

Selanjutnya pelaku langsung menyerang korban dengan kapak.

"Korban saat itu sempat melarikan diri kalau dari keterangan yang kami dapat di TKP, korban sempat melarikan diri melalui jendela," sebut Kasat Reskrim.

Anggi memaparkan, dugaan awal motif atas kejadian ini, adalah permasalahan asmara.

"Sejauh ini masalah asmara, cuma nanti kami dalami lagi," papar Anggi.

Pasca melakukan aksinya, pelaku ditangkap. Ia resmi ditetapkan tersangka dan sudah ditahan.

"Tersangka sudah kami tahan di Polsek Binawidya," kata Kasat Reskrim.

Sementara korban dijelaskan Anggi, sedang dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru.

Ia bilang, rencananya, korban akan dirujuk ke rumah sakit lain lantaran dari keterangan dokter Rumah Sakit Bhayangkara yang menangani, luka bacok yang dialami korban cukup parah dan dalam.

"Sehingga harus kita rujuk ke rumah sakit yang lebih mumpuni. Korban mengalami luka di bagian kepala dan tangan. Tapi nanti kami koordinasikan lagi dengan pihak Rumah Sakit Bhayangkara apakah ada lagi luka korban selain di dua titik tersebut," beber Anggi.

Mantan Kasat Reskrim Polres Inhil ini mengungkap, saat kejadian, korban sedang sendirian berada ruangan itu.

Pelaku lantas datang membawa sebilah kapak dan menganiaya korban.

Anggi berkata, pelaku diduga sudah merencanakan aksi sadisnya tersebut.

Pasalnya disebutkan Anggi, pelaku membawa 2 senjata tajam (Sajam) sekaligus yakni jenis kapak dan parang.

Namun yang digunakan pelaku, adalah kapak.

"Kami sekarang sedang mendalami terkait motif dan kronologinya nanti akan segera kami sampaikan ke rekan-rekan media," sebut Anggi.

Di depan ruangan IGD rumah sakit tempat korban ditangani, terlihat sejumlah aparat kepolisian berjaga.

Selain itu, ada pula perwakilan pihak kampus serta rekan-rekan korban yang juga tampak berada di lokasi.

Sementara itu, suasana di lokasi kejadian di kampus masih menyisakan jejak mencekam.

Ceceran darah terlihat jelas membasahi lantai depan ruangan ujian lantai dua bangunan, tempat peristiwa terjadi.

Area tersebut telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.

Bekas darah yang mulai mengering itu, menyebar di beberapa titik.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.