TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Warga di Ladang Ateh, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, dihebohkan dengan kemunculan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), pada Kamis (26/2/2026).
Harimau sumatera tersebut berhadapan langsung dengan petani yang sedang berada di ladang tersebut. Kejadian itu juga viral di media sosial.
Salah satunya di akun Instagram Facebook @Rabbani Herba, dalam rekaman video terdengar petani sedang mengobrol dengan harimau.
Berdasarkan video tersebut, warga terdengar mengobrol dengan satwa liar tersebut, yaitu mempertanyakan kenapa mereka muncul sampai muncul menampakkan diri.
Baca juga: Nasib Beruang Madu yang Serang 4 Warga di Pasaman Barat, BKSDA Sumbar Ungkap Posisi Terkini
"Baa caritonyo kini nyiak? Baa kok lah manampakkan balang kini. Bagaimana ceritanya sekarang nyiak, kenapa sudah memperlihatkan belangnya?" ucap petani tersebut kepada Harimau Sumatera.
Harimau itu juga terlihat mematung menatap sang petani tanpa bergerak ke sana kemari.
Ia terlihat berdiri di dekat pohon pisang di perkebunan warga tersebut.
Menanggapi itu, Kepala Resort Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim ke lokasi melakukan penanganan.
Baca juga: Tiga Harimau Terekam CCTV di Palupuh Agam, Sempat Singgah di Dangau Warga
"Sehubungan dengan video kemunculan satwa harimau di Ladang Ateh, Nagari Pasia Laweh, kami sudah menurunkan tim untuk melakukan penanganan," ungkapnya saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Jumat (27/2/2026).
Ade Putra menyebut, masyarakat di daerah tersebut juga sudah melaporkan ke BKSDA sebelumnya.
Dari laporan masyarakat, terdapat satu ekor harimau sumatera yang bertemu dengan petani di ladang masyarakat Kamis kemarin.
"Total laporan masuk ada saru ekor harimau sumatera, kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait," sebutnya.
Baca juga: Update Teror Beruang di Dharmasraya, BKSDA Usir Satwa dengan Meriam Karbit dan Mercon
Di lokasi kemunculan harimau, tim Pagari Pasia Laweh juga telah dikerahkan melakukan penanganan awal dan membantu BKSDA.
Pihaknya juga mengaku sudah memasang enam unit kamera trap di sekitar lokasi kemunculan harimau sumatera.
Sementara itu, masyarakat Nagari Pasia Laweh diminta untuk tidak beraktivitas terlebih dulu di sekitar lokasi kemunculan harimau sumatera.
"Kita sudah pasang enam kamera trap, untuk masyarakat, sementara waktu jangan beraktivitas di sekitar lokasi kemunculan untuk menghindari hal yang tak diinginkan," tambahnya.(*)