SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Gangguan penglihatan seperti katarak dan kelainan refraksi masih menjadi momok bagi produktivitas warga Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim).
Menanggapi kondisi tersebut, BSI Maslahat bersama Eyelink Foundation menggelar aksi sosial berupa operasi katarak serta pemberian kacamata gratis bagi warga setempat, Jumat (27/2/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan di Klinik Mata KMU Sidoarjo, ditemukan fakta bahwa gangguan refraksi masih mendominasi keluhan warga Sidoarjo dan sekitarnya.
Pihak medis mencatat ada tiga jenis gangguan refraksi yang paling banyak ditemukan pada pasien, di antaranya:
Dokter Spesialis Mata Klinik Mata KMU Sidoarjo, dr Miftakhur Rochmah, memperingatkan bahwa katarak yang tidak segera ditangani berisiko menyebabkan kebutaan permanen.
"Dampaknya tidak hanya pada penglihatan, tetapi juga memengaruhi kemandirian dan kualitas hidup pasien secara keseluruhan," ujar dr Miftakhur.
Program ini menyasar kelompok masyarakat rentan dan prasejahtera yang selama ini sulit mengakses layanan kesehatan mata profesional.
Ketua Eyelink Foundation, Muflih Ramadhani, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan di daerah.
Regional Manager BSI Maslahat, Zaini Syam, menyatakan dukungan ini merupakan wujud komitmen lembaga dalam menghadirkan solusi kesehatan yang tepat sasaran.
"Kami berharap sinergi ini membantu masyarakat kembali beraktivitas dengan nyaman dan produktif setelah penglihatannya kembali optimal," kata Zaini.
Berdasarkan data nasional, katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia dengan prevalensi mencapai 81 persen dari total kasus gangguan penglihatan.
Di Jawa Timur, termasuk Sidoarjo, tingginya paparan sinar ultraviolet dan faktor usia menjadi pemicu utama meningkatnya jumlah penderita katarak setiap tahunnya.
Untuk mencegah perburukan kondisi mata, masyarakat diimbau untuk melakukan langkah-langkah berikut: