SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Seorang pria di Palembang berinisial AS (43), warga Sukarami, mendatangi Mapolrestabes Palembang untuk melaporkan tindak pidana kekerasan seksual yang menimpa anak perempuannya, ASC (11).
Laporan resmi tersebut dilayangkan ke SPKT Polrestabes Palembang pada Jumat (27/2/2026) sore.
Peristiwa memilukan tersebut terjadi saat korban hendak melaksanakan ibadah salat tarawih di Jalan Pendidikan 2, Kecamatan Sukarami, pada Kamis malam (26/2/2026) sekitar pukul 19.22 WIB.
Ayah korban, AS, menceritakan bahwa awalnya sang anak pamit untuk pergi ke masjid.
Namun, hanya berselang beberapa menit, korban kembali ke rumah dalam kondisi menangis histeris dan trauma.
"Anak saya pulang menangis dan bilang tidak mau salat tarawih lagi. Setelah saya tanya pelan-pelan, dia mengaku telah dilecehkan oleh orang tidak dikenal di jalan," ujar AS saat memberikan keterangan di hadapan petugas.
Berdasarkan pengakuan korban, saat ia sedang berjalan menuju masjid, tiba-tiba seorang pria yang mengenakan atribut ojek online berhenti di sampingnya.
Pelaku diduga langsung melakukan tindakan asusila dengan meremas area sensitif korban secara keras sebelum akhirnya melarikan diri.
Akibat kejadian tersebut, korban tidak hanya mengalami guncangan psikis atau trauma berat, tetapi juga menderita luka lebam di bagian tubuhnya akibat kekerasan yang dilakukan pelaku.
AS menyatakan tidak terima atas perlakuan keji yang menimpa putrinya dan berharap pihak kepolisian dapat segera bertindak cepat.
"Saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti itu. Harapan saya laporan ini segera diproses dan pelakunya cepat ditangkap agar tidak ada korban lain," tegasnya.
Laporan mengenai dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur ini telah resmi diterima oleh petugas piket SPKT Polrestabes Palembang.
Guna langkah hukum selanjutnya, berkas laporan akan diserahkan ke Unit Reskrim, khususnya Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Palembang, untuk memulai proses penyelidikan, pemeriksaan saksi, serta pengecekan kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian guna mengidentifikasi pelaku.