Camat Panakkukang: Kini Banjir Makassar Lebih Terkontrol dari Sebelumnya
Saldy Irawan February 27, 2026 08:04 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Banjir di Makassar perlahan tertangani. Sejumlah titik dilaporkan tak lagi tergenang saat cuaca ekstrem melanda. 

Diketahui, ada empat kecamatan rawan banjir di Makassar. 

Antara lain Kecamatan Manggala, Biringkanaya, Tamalanrea, dan Panakkukang. 

Kecamatan Biringkanaya, titik rawan banjir biasanya tersebar di enam kelurahan.

Yakni Kelurahan Katimbang, Paccerakkang, Berua, Laikang, Sudiang, dan Pai.

Sementara di Kecamatan Manggala, wilayah yang terdata meliputi Kelurahan Manggala, Tamangapa, Antang, Batua, Bitoa, dan Borong.

Adapun di Kecamatan Tamalanrea, titik rawan berada di Kelurahan Tamalanrea, Tamalanrea Jaya, Kapasa Raya, dan Kapasa.

Sedangkan di Kecamatan Panakkukang, pemantauan mencakup Kelurahan Panaikang, Tello, dan Pandang.

Banjir juga kerap meluas di wilayah lain, seperti di Jl AP Pettarani, Jl Yusuf Daeng Ngawing, Jl Raya Pendidikan, Jl Faisal, serta Jalan Bontomene. 

Termasuk di Jl Nusantara dan Jl Sulawesi Kecamatan Wajo. 

Banjir terparah pada Desember 2024 lalu sempat merendam 11 kecamatan di Makassar. 

Pekan ini, banjir kembali merendam Kota Makassar. Namun tingkat keparahannya tak seperti sebelumnya. 

Banjir merendam sejumlah titik langganan, seperti Blok 8 dan 10 Antang Kecamatan Manggala, beberapa lokasi di Kelurahan Katimbang, Paccerakkang, Daya, Berua, dan Bulurokeng. 

Camat Panakkukang, Syahril mengungkap, sejumlah titik sempat tergenang akibat intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari. 

Meski demikian, air relatif lebih cepat surut dibanding banjir sebelumnya.

“Beberapa ruas jalan dan lorong permukiman memang tergenang, tetapi tidak berlangsung lama. Debit air lebih terkendali dan tidak sampai masuk ke banyak rumah warga seperti kejadian sebelumnya,” ujar Syahril. 

Menurut Syahril, genangan terjadi di titik-titik yang memang menjadi langganan saat curah hujan tinggi. 

Seperti di Jl Sermani, Jl Dr Leimena, hingga Komplek IDI. 

Kata Syahril, jika dibandingkan tahun lalu, di Jl Sermani lebih parah di banding tahun sebelumnya.

"Begitu juga di Jl Leimena dan Komplek IDI kondisinya lebih baik dibanding tahun lalu," ungkap Syahril. 

Artinya, kondisi banjir tahun ini agak sedikit berkurang. 

Hal sama disampaikan Camat Manggala, Ahmad. Banjir yang terjadi sebelumnya lebih riskan. 

Apalagi peristiwanya terjadi pada Desember dan Januari, puncak musim hujan. 

Kondisi tersebut membuat debit air meningkat drastis dalam waktu singkat dan memperbesar potensi genangan di sejumlah titik rawan. 

Selain itu, massifnya penanganan drainase era Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin juga memberi dampak terhadap lingkungan. 

Pengerukan saluran, normalisasi kanal, hingga perbaikan sistem drainase lingkungan dinilai memberi perubahan signifikan.

“Sekarang aliran air relatif lebih cepat surut dibandingkan sebelumnya. Ini tentu berkat pembenahan yang dilakukan secara bertahap dan terintegrasi,” ujarnya.

"Disamping itu ada juga kerja bakti 2 kali sepekan, itu efektif untuk mengurangi ketinggian air," sambung Ahmad. 

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Makassar, M Fadli Tahar menyampaikan, 26 Februari 2026 pukul 21.30 Wita, total warga yang mengungsi tercatat sebanyak 308 kepala keluarga (KK) atau 1.157 jiwa. 

Mereka tersebar di 19 titik pengungsian.

Di Kecamatan Manggala, terdapat 11 titik pengungsian dengan total 159 KK atau 621 jiwa.

Lokasi pengungsian tersebut masing-masing berada di Masjid Al Muttaqin (23 KK/84 jiwa), Masjid Jabal Nur (34 KK/103 jiwa), Posyandu Anyelir (2 KK/14 jiwa), Masjid Yudha Al Fattah (12 KK/56 jiwa). 

Masjid Al Mukarramah (20 KK/69 jiwa), Pesantren Al Bashira (10 KK/66 jiwa), Masjid Ar Raid (11 KK/44 jiwa), Masjid Al Anwar (4 KK/22 jiwa), Masjid Nurul Jihad (4 KK/19 jiwa), Masjid Al Muthohhiriin (7 KK/20 jiwa), serta Masjid Al Mubarakah (32 KK/124 jiwa).

Sementara itu, di Kecamatan Biringkanaya tercatat dua kelurahan terdampak dengan total 149 KK atau 536 jiwa.

Di Kelurahan Katimbang terdapat tiga titik pengungsian.

Yakni SDN Paccerakkang (60 KK/229 jiwa), Masjid Nurul Ikhlas Kodam III (30 KK/87 jiwa), dan Masjid Lailatul Qadar (16 KK/55 jiwa), dengan total 106 KK atau 371 jiwa.

Sedangkan di Kelurahan Paccerakkang terdapat lima titik pengungsian, yakni Kost Depan SMA 18 (3 KK/14 jiwa), Kantor Lurah Paccerakkang (1 KK/3 jiwa).

Asrama Kost Polisi Bukka Mata (13 KK/42 jiwa), Masjid Ar Ra’mun (15 KK/54 jiwa), dan Masjid Al Ummah (15 KK/54 jiwa), dengan total 43 KK atau 165 jiwa.
Upaya Penanganan

BPBD Kota Makassar telah melakukan sejumlah langkah tanggap darurat

Di antaranya assessment lapangan, evakuasi warga terdampak, pendirian pos komando, serta distribusi logistik ke lokasi pengungsian.

Dalam operasi penanganan banjir ini, BPBD mengerahkan 40 personel Tim Reaksi Cepat (TRC).

Enam unit perahu karet dan polyethylene, empat unit motor trail, lima kendaraan operasional, dua unit ambulans, serta 40 unit life jacket dan helm keselamatan.

Berikut titik rawan banjir di Makassar: 

KECAMATAN BIRINGKANAYA (6 Titik Rawan Banjir)

1. Kelurahan Katimbang
- Komp Kodam III
- BTP Blok AF
- BTP Blok AE 
- Komp Green Mutiara

2. Keluarga Paccerakkang
- Komp Bukkangmata
- Komp Angkatan Laut
- BTN Mangga Tiga

3. Kelurahan Berua
- Bumi Berua Indah
- Komp Depag & Perum Azzahra

4. Kelurahan Laikang
- Perumnas Sudiang

5. Kelurahan Sudiang
- BTN Tirasa
- BPS 1
- Komp Purnawirawan TNI AU
- Puri Pattene

6. Kelurahan Pai
- BTN Bumi Kalamang Permai
- Jl KH Ashabar Akhiri (Coca-Cola) 
- Kampung Bugis, Jl. Daeng Ramang
- Komp Green Mutiara

KECAMATAN MANGGALA (6 Titik Rawan Banjir)
1. Kelurahan Manggala
- Perumnas Antang Blok 8
- Perumnas Antang Blok 10
- Jl Nipa-nipa

2. Kelurahan Tamangapa
- Kamp Romang Tangaya
- Kamp Kajenjeng
- Kam Kajang
- Kamp Bontoa

3. Kelurahan Antang
- Jl Kampung Baru
- Jl Bukit Baruga
- Jl Bungong Lompoa RW 5

4. Kelurahan Batua
- Jl Pasaran Keke RW 13
- Jl Swadaya

5. Kelurahan Bitoa
- Komp Aditeranua

6. Keluragan Borong
- RW 08

KECAMATAN TAMALANREA (5 Titik Rawan Banjir)
1. Kelurahan Tamalanrea
- Komp NTI
- BTN Karmila Sari/Lor Zurich

2. Kelurahan Tamalanrea Jaya
- BTN Bung Permai
- Tambasa 6
- Belakang Wisma Jepang
- Belakang Mega Plaza
- BTN Hamzy

3. Kelurahan Kapasa Raya
- Batu Doang RW 05
- Bangkala

4. Kelurahan Kapasa
- UKIP Perum Rezky Blok A & B

KECAMATAN PANAKKUKANG (3 Titik Rawan Banjir)
1. Kelurahan Panaikang
- Jl. Haji Kalla

2. Kelurahan Tello
- Komp. IDI
- Jl Sermani

3. Kelurahan Pandang
- Komp. CV Dewi

KECAMATAN RAPPOCINI

Blok 8 dan 10 Perumnas Antang, 
- Jl Ap Pettarani di depan UNM,
- Jl Yusuf Dg Ngawing-
- Jl Raya Pendidikan
- Jalan Faisal
- Jl Bontomene

KECAMATAN WAJO
- Jl Sulawesi
- Jl Nusantara.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.