TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pihak kepolisian mengakui bahwa penemuan potongan tubuh yang ditemukan di pantai Ketewel merupakan hasil tindakan mutilasi.
Tak hanya benarkan soal korban hasil mutilasi, pihak kepolisian juga mengakui bahwa tindakan mutilasi ini sangat sadis.
Tak hanya memotong beberapa bagian korban, organ pencernaan dalam perut korban juga dibuang begitu saja.
Kombes Pol Ariasandy mengonfirmasi bahwa jasad tersebut merupakan korban mutilasi karena ditemukan dalam kondisi terpisah-pisah, mulai dari kepala, tangan, bahu, paha, hingga telapak kaki dan organ dalam.
Baca juga: Petunjuk Baru Misteri Potongan Mayat di Pantai Ketewel, Polisi Cocokan DNA, Diduga WNA Ukraina
Ia menyebutkan bahwa berdasarkan pengamatan awal, cara pelaku memotong tubuh korban tergolong sangat sadis.
"Kalau nampak nyata memang potongan tubuh ya, jadi ya mutilasi. Kalau kita lihat, itu potongan kasar," ungkapnya menggambarkan kondisi tragis jasad tersebut.
Baca juga: ASMARA Terlarang Terbongkar! Ketut Sengaja Pulang Tanpa Kabar, Temukan PIL Istrinya di Kamar Mandi
Polisi menduga potongan-potongan tersebut sengaja dibuang ke air, dan terbawa arus hingga akhirnya tersangkut di muara saat air laut mengalami pasang surut.
Sejauh ini, sebagian besar bagian tubuh telah ditemukan, namun beberapa bagian kecil seperti telapak tangan masih dalam proses pencarian oleh tim di lapangan.
"Sebagian besar bagian tubuh ketemu, mungkin yang hilang itu telapak tangan, semacam itu, sebagian lengan kanan kiri, dada, kemudian bagian paha yang ditemukan,”
“Telapak kaki kanan, yang lainnya masih belum ditemukan," bebernya.
Polda Bali berkomitmen untuk mengungkap dalang di balik aksi keji ini, sembari menunggu hasil resmi dari laboratorium forensik.
Selain fokus pada bukti fisik, tim penyidik juga tengah bergerak mengecek keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi serta memeriksa rekaman CCTV di seputaran tempat ditemukannya potongan mayat tersebut guna melacak jejak pelaku.
Baca juga: TRAGEDI Mobil Box Terjun ke Jurang di Bebandem, Kendaraan Terguling Hingga Ringsek!
Fakta-fakta Penemuan Korban Mutilasi di Pantai Ketewel
Berikut beberapa fakta yang berhasil dihimpun oleh TribunBali hingga hari Kamis, 26 Februari 2026:
1. Bagian Kepala Ditemukan Terlebih Dahulu
Jenazah yang diduga merupakan korban mutilasi ini pertama kali ditemukan di Pantai Ketewel, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali.
Yang menggegerkan adalah bagian pertama yang ditemukan merupakan bagian kepala dari korban.
Kasi Humas Polres Gianyar, Ipda I Gusti Ngurah Suardita saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.
"Pagi itu ada warga yang tengah beraktivitas di jogging track areal Pantai Ketewel dan menemukan potongan kepala manusia, dengan adanya temuan tersebut warga pantas melaporkan ke Polsek Sukawati," ujar Ipda Suardita.
2. Polisi Temukan Bagian Lain
Atas laporan tersebut, Tim Piket Fungsi langsung berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Gianyar dan Polda Bali untuk mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Setelah itu, pihak kepolisian melakukan olah TKP dan penyisiran di sekitar pantai.
Dari penyisiran itu, tim juga menemukan potongan tubuh lainnya, terdiri atas kepala, dada, bahu, lengan dan paha.
Saat ini, potongan tubuh tersebut telah dibawa ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar.
"Dari penyisiran oleh tim gabungan ditemukan beberapa potongan tubuh di sekitar TKP."
"Saat ini potongan tubuh dibawa ke RSUP Prof Ngoerah. Untuk identitas masih dalam penyelidikan, dan saat ini tim Polda Bali dan Polres Gianyar masih dalam proses penyelidikan," tegasnya.
3. Kronologi Penemuan Jenazah
Peristiwa ini pertama kali terungkap sekitar pukul 10.00 WITA, saat Perbekel Ketewel, Putu Gede Kusuma Negara, bersama Kepala Dusun Pabean, Made Pranca, tengah melakukan pengecekan rutin terhadap kondisi jogging track dan area pantai di sepanjang Pura Dalem Ketewel.
Namun, langkah mereka terhenti saat melihat sebuah benda mencurigakan mengambang dan akhirnya terdampar di bibir muara sungai.
Setelah didekati, betapa terkejutnya mereka menemukan bahwa benda tersebut adalah potongan kepala manusia yang sudah terpisah dari tubuhnya.
Satu jam setelah penemuan kepala, tepatnya pukul 11.00 WITA, petugas kembali menemukan potongan telapak kaki kanan yang terbawa arus laut di lokasi yang sama.
Penyisiran yang dipimpin langsung oleh Dirreskrimum Polda Bali bersama Kapolres Gianyar dan tim Inafis ini kemudian membuahkan hasil yang lebih spesifik mengenai ciri-ciri fisik korban.
Petugas menemukan bagian dada, bahu kanan, serta bahu kiri bagian depan hingga lengan.
4. Ciri-Ciri Korban
Dari hasil analisis kepolisian, ditemukan bahwa korban memiliki ciri-ciri yang signifikan.
Pada bagian kulit yang masih tersisa, polisi menemukan petunjuk untuk mengidentifikasi identitas korban, yakni dua buah tato.
Kombes Pol Ariasandy mengungkapkan secara detail bahwa terdapat gambar religius dan simbol waktu pada potongan lengan dan bahu tersebut.
"Dari penyisiran di TKP, ditemukan potongan dada, bahu kanan, dan kiri bagian depan sampai lengan,”
“adanya tato dengan gambar Bunda Maria, serta tato bergambar lingkaran yang menyerupai jam dengan angka Romawi pada salah satu bagian lengan korban," jelasnya.
5. Organ Dalam Berserakan
Tak berhenti di situ, pencarian yang dilakukan secara intensif juga membuahkan temuan bagian tubuh lainnya, termasuk potongan paha yang mengapung serta organ dalam yang terdiri dari tulang rusuk, usus, dan hati yang terserak di pinggir pantai.
(*)