TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Misteri dari identitas jenazah yang diduga merupakan korban mutilasi mulai menunjukan titik terang.
Kepolisian Bali terus melakukan penyidikan dan analisis mengingat korban yang dimutilasi ini memiliki ciri-ciri yang khas sehingga seharusnya lebih mudah ditemukan.
Namun nyatanya, sampai saat ini pihak kepolisian yang bekerjasama dengan DVI Biddokkes Polda Bali dan Bidlabfor masih belum tahu identitas korban.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy mengungkap salah satu langkah tim penyidik saat ini adalah pencocokan sampel DNA tersebut dengan profil WNA asal Ukraina, yang dikabarkan menjadi korban penculikan sebelum ditemukan tewas.
Baca juga: ASMARA Terlarang Terbongkar! Ketut Sengaja Pulang Tanpa Kabar, Temukan PIL Istrinya di Kamar Mandi
Kombes Pol Ariasandy membenarkan bahwa profil WNA tersebut, masuk dalam daftar prioritas pencocokan. Akan tetapi juga dicocokkan dengan korban-korban yang dinyatakan hilang.
"Ya, termasuk salah satunya itu (WNA Ukraina). Jadi kita berkoordinasi dengan pihak keluarga, kemudian mengambil sampel DNA untuk kita cocokkan dengan penemuan mayat ini, apakah cocok atau tidak," jelas Kabid Humas dijumpai di ruang kerjanya, pada Jumat 27 Februari 2026.
"Kami cocokkan dengan sampel korban korban yang dinyatakan hilang, untuk menentukan korban berasal dari mana, kami cocokkan dengan penemuan itu," sambungnya.
Selain uji DNA, polisi juga tengah mendalami kemiripan ciri fisik, khususnya mengenai adanya tato pada potongan tubuh yang ditemukan.
Meski ada dugaan kuat mengenai kemiripan tato tersebut dengan identitas korban penculikan, pihak kepolisian tetap mengedepankan prinsip scientific crime investigation.
Baca juga: TRAGEDI Mobil Box Terjun ke Jurang di Bebandem, Kendaraan Terguling Hingga Ringsek!
Baca juga: Kuncoro Harap Kepemimpinan Baru Mampu Memperkokoh Kepercayaan Publik Terhadap BPJS Ketenagakerjaan
Menurut Ariasandy, kondisi jenazah yang sudah mulai mengalami pembusukan membuat tim forensik harus bekerja ekstra hati-hati.
Ia menyatakan, bahwa dugaan-dugaan mengenai ciri fisik memang ada, namun kepastian mutlak harus menunggu hasil analisis kedokteran forensik agar bisa disinkronkan dengan data korban yang dinyatakan hilang.
Lebih lanjut, Kabid Humas mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah bergerak cepat sejak penemuan potongan tubuh tersebut pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WITA.
Proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dilakukan secara intensif dengan melibatkan jajaran petinggi kepolisian setempat.
"Setelah kita evakuasi pasca penemuan kemarin, kita langsung melakukan olah TKP yang dipimpin oleh Dirreskrimum Polda Bali bersama Kapolres Gianyar dan tim Inafis Polda serta Polres untuk mengidentifikasi awal potongan-potongan tubuh tersebut," ujar Kombes Pol Ariasandy.
Kombes Pol Ariasandy mengonfirmasi bahwa jasad tersebut merupakan korban mutilasi karena ditemukan dalam kondisi terpisah-pisah, mulai dari kepala, tangan, bahu, paha, hingga telapak kaki dan organ dalam.
Ia menyebutkan bahwa berdasarkan pengamatan awal, cara pelaku memotong tubuh korban tergolong sangat sadis.
"Kalau nampak nyata memang potongan tubuh ya, jadi ya mutilasi. Kalau kita lihat, itu potongan kasar," ungkapnya menggambarkan kondisi tragis jasad tersebut.
Polisi menduga potongan-potongan tersebut sengaja dibuang ke air, dan terbawa arus hingga akhirnya tersangkut di muara saat air laut mengalami pasang surut.
Sejauh ini, sebagian besar bagian tubuh telah ditemukan, namun beberapa bagian kecil seperti telapak tangan masih dalam proses pencarian oleh tim di lapangan.
"Sebagian besar bagian tubuh ketemu, mungkin yang hilang itu telapak tangan, semacam itu, sebagian lengan kanan kiri, dada, kemudian bagian paha yang ditemukan,”
“Telapak kaki kanan, yang lainnya masih belum ditemukan," bebernya.
Polda Bali berkomitmen untuk mengungkap dalang di balik aksi keji ini, sembari menunggu hasil resmi dari laboratorium forensik.
Selain fokus pada bukti fisik, tim penyidik juga tengah bergerak mengecek keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi serta memeriksa rekaman CCTV di seputaran tempat ditemukannya potongan mayat tersebut guna melacak jejak pelaku. (*)