Ceramah Singkat Ramadhan Hari ke-11 28 Februari 2026: Taqwa sebagai Pembebas Kekafiran Diri dan Ego
Dedy Qurniawan February 27, 2026 08:03 PM

BANGKAPOS.COM - Bagaimana puasa Anda hingga memasuki hari ke-11 Ramadhan 1447H ini?

Semoga segala amal ibadah kita tetap konsisten dan diterima oleh Allah SWT.

Memasuki penghujung fase sepuluh hari pertama (fase Rahmat), sangat penting bagi kita untuk kembali merenungi esensi dari tujuan puasa, yaitu menjadi pribadi yang bertakwa.

Berikut adalah teks ceramah singkat Ramadhan yang bisa menjadi inspirasi untuk kultum tarawih maupun subuh pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Naskah Kultum: Taqwa, Pembebas Kekafiran Diri

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmush shalihat. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya kebaikan menjadi sempurna. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.

Kaum muslimin muslimat Rahimakumullah,

Ramadhan adalah momentum untuk "menziarahi" diri dan mendekonstruksi spiritualitas melalui laku puasa. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 183, tujuan akhir kita adalah: La’allakum tattaqun (agar kamu bertakwa).

Namun, siapakah "si takwa" itu? Seringkali kita terjebak memaknai takwa hanya sebatas rasa takut yang berujung pada kesalehan ritual semata. Dampaknya, muncul rasa "paling benar" dan ego dalam beragama. Kita cenderung menghakimi orang lain yang ibadahnya tidak sekuat kita.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Pemahaman takwa yang lebih mendalam adalah kesadaran akan kehadiran Tuhan. Orang yang bertakwa merasa Allah selalu hadir dalam setiap embusan nafasnya. Kesadaran inilah yang mengikis rasa "aku" dalam beragama.

Jika kita sadar Allah selalu hadir, kita tidak akan mudah menghakimi orang lain. Kita akan lebih mengedepankan kelembutan dan amar ma'ruf (ajakan kebaikan) ketimbang menghajar kemungkaran dengan kekerasan.

Secara bahasa, lawan kata taqwa adalah dzulum (melampaui batas). Maka, bertakwa berarti hidup secara proporsional.

Orang yang proporsional tidak akan merusak alam.

Orang yang proporsional menjaga hati agar tidak terjadi perselisihan.

Orang yang proporsional tidak akan berlebih-lebihan dalam memperebutkan kekuasaan duniawi.
Jamaah sekalian,

Takwa bukanlah gelar spiritual yang pasif. Takwa harus menjadi pembebas dari "kekafiran diri"—yaitu sifat sombong, merasa paling suci, dan menutup diri dari keberadaan orang lain. Hanya mereka yang memiliki kesadaran Tuhan dan sikap proporsional inilah yang layak mendapatkan petunjuk Al-Qur'an secara hakiki.

Semoga di hari ke-11 Ramadhan 2026 ini, kita mampu melampaui dimensi syariat menuju dimensi hakikat taqwa, menjadi hamba yang lebih lembut, toleran, dan mulia di sisi-Nya. Wallahu a'lam bishawab.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

(bangkapos.com/ Tribun Priangan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.