Healing di Meksiko Gagal Total, Turis Terjebak Gelombang Kekerasan Kartel Narkoba
GH News February 27, 2026 08:10 PM
Puerto Vallarta -

Seorang turis asal Florida (AS) merencanakan liburan singkat ke Meksiko. Bukan senang-senang, pria ini malah terjebak di hotel dengan kepulan asap.

Adalah Raymond Garcia wisatawan apes itu. Dia berlibur ke Puerto Vallarta bersama teman-temanya sejak Kamis (19/2/2026). Saat masih berada di hotel, dia mendapati kepulan asap tak jauh dari tempatnya menginap itu.

"Saya menerima peringatan dari hotel saya yang menyuruh saya untuk tetap di dalam," kata Garcia, kepada stasiun televisi afiliasi Jumat (27/2).

Setelah itu dia menuju ke atap hotel dan mendapati asap mengepul dari berbagai titik. Garcia penasaran. Dia kemudian memutuskan untuk keluar dari hotel dan merekam keadaan. Di depan matanya, mobil dan bus terbakar di sepanjang jalan raya, sangat dramatis.

"Saya menghirup asapnya. Tapi saya agak gugup, seperti, apa yang terjadi di sini? Apa yang akan terjadi? Saya tidak yakin apa yang akan terjadi selanjutnya," kata Garcia.

Pihak berwenang mengatakan kerusuhan di Puerto Vallarta dimulai setelah militer Meksiko membunuh Nemesio Oseguera Cervantes, seorang pemimpin kartel besar yang dikenal sebagai "El Mencho", pada hari Minggu (22/2).

Kematian El Mencho memicu pembalasan kekerasan di daerah tersebut, lebih dari 70 orang dilaporkan tewas dalam beberapa hari berikutnya.

Garcia bahkan melihat sendiri bagaimana kerusakan akibat pembalasan itu dengan mata kepalanya sendiri.

"Kami melihat bus, seperti ada deretan, tiga bus yang terbakar. Ada mobil yang masih terbakar, bisnis yang terbakar. Jadi, kami hanya melihat sekeliling dengan perasan campur aduk," kata dia.

Setelah penerbangan dibuka kembali, Garcia langsung pergi ke bandara. Namun, penundaan dan pembatalan menyebabkan dia ketinggalan penerbangan lanjutannya di Dallas, memaksanya untuk menginap semalaman sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Tampa.

Sementara itu, agen perjalanan yang berbasis di Tampa, Cheryll Lilland dari Peachy Keen Travel, mengatakan bahwa ia memiliki rombongan yang dijadwalkan tiba di Meksiko pada hari Senin, 23 Februari, tetapi membatalkan rencana mereka setelah melihat berita tersebut.

"Saya pasti akan menyarankan untuk membeli asuransi perjalanan karena, meskipun lingkungannya aman, Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi," kata Lilland.

Lilland juga mendorong para pelancong untuk merencanakan perjalanan mereka terlebih dahulu.

"Saya pasti akan menyarankan untuk memesan transportasi ke dan dari resor sebelumnya. Dan bekerja sama dengan agen perjalanan jika memungkinkan," kata dia.

Bonauli
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.