SURYA.co.id - Bulan Ramadan adalah momentum emas bagi umat Muslim untuk mendulang pahala sebanyak-banyaknya.
Di antara sekian banyak amalan, sholat Tarawih dan Witir menjadi ibadah khas yang tidak boleh terlewatkan.
Keduanya bukan sekadar rutinitas malam, melainkan sarana utama untuk menghidupkan malam Ramadan (qiyamullail) dan meraih ampunan Allah SWT.
Bagaimana keutamaan Sholat Tarawih dan Witir menurut hadist Rasulullah SAW? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Sholat Tarawih adalah sholat sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) selama bulan Ramadan.
Ibadah ini bisa dilakukan secara berjamaah di masjid maupun sendirian di rumah.
Keutamaan paling utama dari sholat Tarawih adalah janji ampunan dosa dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barang siapa melakukan shalat (tarawih) pada bulan Ramadhan dengan iman dan ikhlas (karena Allah ta’ala) maka diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu." (HR. Muslim)
Para ulama telah sepakat akan kesunnahan ibadah ini sebagai perantara mendapatkan ampunan atas dosa-dosa kecil yang pernah diperbuat.
Baca juga: Kultum Ramadan: Takwa Tidak Hanya Spiritual, tetapi Juga Sosial
Selain Tarawih, umat Islam juga sangat dianjurkan untuk melaksanakan sholat Witir.
Sholat ini memiliki jumlah rakaat ganjil (seperti 1, 3, atau 5 rakaat) dan berfungsi sebagai penutup seluruh rangkaian ibadah sholat sunnah di malam hari.
Waktu sholat Witir adalah antara setelah sholat Isya hingga terbit fajar.
Namun, Rasulullah SAW menganjurkan untuk menjadikannya sebagai penutup, sebagaimana sabdanya:
اِجْعَلُوْا أَخِرَ صَلَاتِكُمْ مِنَ الَّليْلِ وِتْراً
"Jadikanlah akhir shalat kalian semua di malam hari dengan Shalat Witir." (HR. Al-Bukhari)
"Sesungguhnya Allah telah memberi kalian suatu shalat yang lebih baik bagi kalian daripada unta merah, yaitu Shalat Witir..." (HR. Ahmad dan Abu Dawud).