Pasar Murah TPID Batang Diserbu Warga, Paket Sembako Rp120 Ribu Cuma Ditebus Rp95 Ribu
raka f pujangga February 28, 2026 12:10 AM

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Antusiasme warga mewarnai pelaksanaan pasar pangan murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Batang di Jalan Veteran, Jumat (27/2/2026). 

Sejak pagi, masyarakat sudah memadati lokasi untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah tren kenaikan harga selama Ramadan.

Program ini menjadi bagian dari strategi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Batang dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat menjelang Idulfitri. 

Baca juga: TPID Kabupaten Tegal Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Selama Libur Nataru

Pemerintah menggandeng sejumlah pihak, di antaranya Bulog, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta), serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Batang, Abu Hurairah, mengatakan intervensi pasar dilakukan dengan memotong rantai distribusi. 

Sejumlah komoditas strategis seperti beras, gula, dan minyak goreng dipasok langsung dari Bulog, sementara bahan pangan lain berasal dari petani lokal.

“Dengan pola ini, harga bisa lebih ditekan karena distribusinya lebih singkat. Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok tanpa terbebani lonjakan harga,” kata Abu kepada Tribunjateng, Jumat (27/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, beras dijual seharga Rp57.500 per kemasan, telur ayam Rp26.500 per kilogram, lebih rendah dibanding harga pasar yang telah menyentuh kisaran Rp30 ribu per kilogram.

Cabai rawit yang di pasar sempat menembus Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram juga dijual dengan harga lebih terjangkau.

Tak hanya penjualan satuan, pemerintah juga menyediakan paket sembako senilai Rp120 ribu yang dapat ditebus masyarakat seharga Rp95 ribu. 

Skema ini diharapkan membantu rumah tangga, khususnya kalangan menengah ke bawah, dalam mengatur pengeluaran selama Ramadan.

Abu Hurairah menegaskan, pasar murah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret pengendalian inflasi daerah. 

Pemerintah berencana menggelar kegiatan serupa di beberapa titik lain hingga mendekati Lebaran guna menjaga keseimbangan pasokan dan harga.

Salah satu warga, Winda, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. 

Baca juga: Jamin Dapur Tetap Ngebul, Polres Wonosobo dan TPID Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Nataru 2026

Ia menyebut selisih harga yang didapat cukup berarti untuk kebutuhan harian selama bulan puasa.

“Selisihnya lumayan. Telur lebih murah, cabai juga. Jadi bisa lebih hemat untuk persiapan buka puasa dan sahur,” kata Winda

Melalui pasar pangan murah ini, Pemerintah Kabupaten Batang berharap stabilitas harga tetap terjaga hingga Idulfitri, sekaligus memberikan ruang napas bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok di tengah meningkatnya konsumsi selama Ramadan. (Ito)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.