Lewat D’Modifest 2026, Jateng Siapkan Fashion Muslim Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru
raka f pujangga February 28, 2026 12:10 AM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai memosisikan fashion dan kuliner halal sebagai bagian dari strategi menumbuhkan ekonomi daerah. 

Melalui gelaran Dekranasda Modest & Iftar Festival (D’Modifest) 2026, sektor UMKM fashion muslim didorong naik kelas hingga pasar internasional.

Baca juga: Intip Tren Gamis Bini Orang di Pasar Wage Purwokerto, Diprediksi Hits pada Lebaran 2026

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menegaskan, penguatan UMKM bukan sekadar program rutin, tetapi kebutuhan untuk menumbuhkan ekonomi daerah.

“Kita ini kuat karena UMKM. Waktu krisis moneter dan pandemi, yang menopang ekonomi ya pelaku usaha kecil dan menengah. Maka mereka harus kita dorong terus,” kata Taj Yasin saat membuka acara D’Modifest 2026 di Atrium The Park Mall Semarang, Jumat, 27 Februari 2026

Menurutnya, Jawa Tengah tidak kekurangan talenta. Sejak 2017, sejumlah desainer daerah sudah tampil di panggung internasional. Pada 2022, desainer asal Purbalingga kembali menembus pasar luar negeri. Bahkan SMK dan pesantren seperti SMK NU Banat Kudus pernah tampil di Eropa hingga Rusia.

Fenomena kampung desainer yang melayani pesanan ekspor dari rumah juga disebut sebagai bukti bahwa daya saing itu sudah ada. 

“Orangnya di rumah, tapi order dari luar negeri. Artinya potensinya nyata, tinggal kita perkuat ekosistemnya,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas daerah. Contoh yang sudah terlaksana ialah tenun dari Klaten dipadukan dengan pewarnaan Pekalongan dan desain dari Grobogan. Model produksi kolaboratif semacam ini dinilai menjadi kekuatan baru industri kreatif Jateng.

Taj Yasin menyebut nama Dian Pelangi di Pekalongan sebagai salah satu ikon yang membuktikan bahwa fashion muslim bisa menembus pasar global. 

20260227_Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin  di D’Modifest 2026_2
FASHION - Melalui gelaran Dekranasda Modest & Iftar Festival (D’Modifest) 2026, sektor UMKM fashion muslim didorong naik kelas hingga pasar internasional. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menegaskan, penguatan UMKM bukan sekadar program rutin, tetapi kebutuhan untuk menumbuhkan ekonomi daerah, saat kegiatan Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, tren busana muslim kini bukan lagi musiman, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup.

D’Modifest 2026 menghadirkan sekitar 50 stan yang memadukan fashion dan kuliner. Namun bagi Pemprov, festival ini adalah langkah awal menuju 2027, ketika Jawa Tengah mengusung tema pariwisata ramah muslim dan ekonomi halal.

"Di tahun ini, InsyaAllah akan kita gelar tingkat nasional dan kita undang juga tamu-tamu dari berbagai negara," ujarnya. 

Konsep wisata, menurut Wagub, tidak lagi terbatas pada destinasi alam seperti Dieng atau Bandungan. Industri kreatif dan sentra UMKM juga harus menjadi bagian dari destinasi wisata.

“Kita tawarkan bukan hanya tempat wisatanya, tapi juga sentra industrinya. Wisatawan datang, belanja produk lokal, lihat proses produksinya. Itu juga wisata,” jelasnya.

Strategi promosi tersebut bahkan sudah dibawa dalam kerja sama sister province ke Cina, Jepang, dan Australia, dengan menawarkan potensi industri kreatif sebagai daya tarik investasi dan perdagangan.

Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, memaparkan bahwa kekuatan Jateng terletak pada skala dan ekosistemnya.

Berdasarkan data SIDT-UMKM 2025, Jawa Tengah memiliki 4,45 juta unit UMKM, terbesar ketiga di Indonesia setelah Jawa Barat dan Jawa Timur. 

Jumlah UKM binaan Pemprov meningkat dari 167.391 unit pada 2020 menjadi 198.780 unit pada 2025.

“Dengan ekosistem kreatif yang kuat, Jawa Tengah optimistis menembus pasar ekspor, minimal ke negara tetangga seperti Malaysia yang menjadi salah satu pengimpor busana muslim terbesar,” ujarnya.

Capaian konkret terlihat pada ajang INACRAFT pada 4–8 Februari 2026 di JICC Jakarta. Sebanyak 22 stan asal Jawa Tengah mencatat total transaksi Rp820.904.550, terdiri dari ritel Rp630.334.550 dan pesanan Rp190.570.000.

Baca juga: Jateng Jadi Lintasan Penyelundupan Kratom, Taj Yasin Minta Aparat Perketat Pengawasan

Menurut Nawal, capaian tersebut menunjukkan produk UMKM Jateng memiliki daya saing nasional dan potensi ekspor yang terbuka lebar.

D’Modifest 2026 di Atrium The Park Mall Semarang, akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 27 Februari hingga 1 Maret.

Lewat kegiatan ini, Pemprov Jateng dan Dekranasda tidak sekadar menggelar festival Ramadan, tetapi sedang membangun fondasi agar fashion muslim dan ekonomi halal benar-benar menjadi mesin pertumbuhan baru Jawa Tengah.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.