Dengan Mesin Canggih TPA Winong Banjarnegara Sulap Sampah Jadi BBM
khoirul muzaki February 28, 2026 12:25 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA – Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Winong kini bukan lagi sekadar titik akhir pembuangan sampah yang kumuh dan berbau. 

Di balik gunungan limbah Kabupaten Banjarnegara, sebuah transformasi sedang berlangsung.

Pengelola TPA mulai menyulap persoalan lingkungan tersebut menjadi peluang ekonomi melalui teknologi pyrolisis dan pengolahan kompos.

Upaya ini menjadi jawaban atas tantangan klasik persampahan, yakni bagaimana mengurangi volume limbah sekaligus menghasilkan nilai tambah.

Strateginya adalah pemisahan di hulu, sampah organik kembali ke bumi sebagai nutrisi, sementara sampah plastik dikonversi menjadi "emas hitam" alias bahan bakar minyak (BBM).

Kepala UPT TPA Winong, Andar Wahono, menjelaskan bahwa sampah anorganik, khususnya plastik, kini tidak hanya dibiarkan menumpuk.

Melalui mesin pyrolisis, plastik dipanaskan dalam suhu tinggi tanpa oksigen untuk menghasilkan bahan bakar cair.

"Untuk sampah organik masih kami olah menjadi kompos. Sedangkan sampah anorganik digunakan untuk alat pyrolisis yang menghasilkan BBM," ujar Andar pada Kamis (25/2/2026).

Baca juga: Bisnis Parsel Lebaran Menjanjikan, Emi Sampai Sewa Dua Ruko di Purwokerto

Teknologi ini bekerja dengan memecah struktur kimia plastik menjadi cairan yang dapat digunakan sebagai alternatif energi.

Meski potensinya sangat besar untuk memangkas timbunan plastik di TPA, Andar mengakui operasionalnya masih menghadapi kendala teknis.

"Saat ini mesin baru beroperasi tiga hari sekali. Kendala utamanya adalah keterbatasan tenaga operasional.

Kami masih kekurangan personel untuk menjalankan mesin ini secara rutin setiap hari," ungkapnya.

Tak hanya fokus pada energi, TPA Winong juga tetap konsisten menggarap sampah organik. Kepala DPKPLH Banjarnegara, Herrina Andri Hastuti, menegaskan bahwa pupuk kompos hasil olahan TPA terus dikembangkan untuk mendukung sektor pertanian dan penghijauan di sekitar lokasi.

"Upaya inovatif ini adalah bagian dari strategi besar kita untuk pengurangan sampah menuju sistem pengelolaan yang lebih berkelanjutan," kata Herrina.

Menurutnya, kompos yang dihasilkan menjadi solusi pupuk ramah lingkungan bagi masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat komitmen TPA Winong sebagai pusat ekonomi sirkular.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.