BOLASPORT.COM - Status juara World Superbike atau motor balap tipe jalanan bagi Toprak Razgatlioglu tak bekerja saat memasuki persaingan sesungguhnya pada Kejuaraan MotoGP 2026.
Razgatlioglu ditampar realita dengan perubahan yang dialami dan ditambah motor V4 M1-Yamaha yang tidak berfungsi.
Pembalap Turki itu harus rela menjadi penghuni bawah dalam dua hari sesi latihan dan kualifikasi MotoGP Thailand 2026.
Dia hanya mampu menyelesaikan sesi latihan dan kualifikasi di posisi ke-21 atau peringkat dua dari bawah di Sirkuit Buriram, Thailand, Sabtu (28/2/2026).
Razgatlioglu tidak bisa menutupi rasa frustrasinya yang tak bisa bersaing dengan pembalap dari pabrikan lain.
“Saya bahkan tidak lagi melihat persaingan, hanya melihat para pembalap Yamaha lainnya,” kata Razgatlioglu, dilansir BolaSport.com dari Speedweek.
“Kami jauh tertinggal dari yang lain. Saya mencoba untuk meningkatkan gaya berkendara saya dan saya melihat data dari rekan-rekan pembalap Yamaha saya."
"Saya mampu meningkatkan performa di sektor pertama, dan saya membuat langkah besar ke depan di sektor kedua. Setelah itu, saya hanya sedikit tertinggal."
"Satu-satunya hal positif adalah putaran terakhir saya, di mana saya berhasil mencetak lap terbaik saya. Tapi saya butuh lebih dari itu,” ujarnya.
Elektronik pada motor MotoGP membuat Razgatlioglu banyak mengalami kendala dan kesulitan.
“Kami telah melakukan beberapa perubahan pada elektronik, dan sekarang saya merasa sedikit lebih baik. Tapi saya masih butuh lebih," kata Razgatlioglu.
"Saya tidak memiliki kecepatan balap yang kuat, aya tahu itu akan sangat sulit. Dengan pengaturan elektronik, kita harus tetap berada dalam rentang yang sempit, hanya dengan begitu ban belakang bekerja."
"Jika saya berkendara atau mengerem secara agresif, roda belakang terus terkunci, dan saya hampir tidak bisa mempertahankan jalur saya."
"Itu membuat segalanya menjadi sangat sulit bagi saya. Saya ingin mengubah pengereman mesin, tetapi kami belum menemukan keseimbangan yang tepat."
"Gaya berkendara saya selalu agresif, saya selalu mengerem sangat keras. Sekarang saya mencoba mengubahnya dan berkendara lebih halus."
"Tapi itu sangat sulit. Anda tidak bisa mengubah gaya Anda dalam semalam. Saya sedang berusaha, tetapi itu membutuhkan waktu,” ujar juara Superbike tiga kali itu.
Terakhir, Razgatlioglu juga membagikan saran yang diterima dari pembalap berpengalaman di MotoGP, Andrea Dovizioso.
Namun, saran tersebut juga terdengar sia-sia karena motornya tidak bekerja untuk bersaing dnegan pembalap lain.
“Semua orang memberi tahu saya apa yang harus dilakukan, terutama Dovizioso,” kata Toprak menyimpulkan.
“Dia memberi tahu saya cara mengerem. Oke, saya mengerti itu. Saat saya berkendara sendirian, saya bisa mengatasinya dengan relatif mudah."
"Tetapi begitu saya mengikuti orang lain, saya secara otomatis berkendara lebih agresif."
"Dan kemudian motornya tidak berfungsi lagi. Saya sudah mencoba segalanya mengenai posisi jok dan tinggi setang, dan saya kembali kesulitan seperti awal,” ujarnya.