Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Sahanan alias Anan pria berusia 40 warga Dusun IV Desa Batu Gane Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas (Mura) Sumsel diduga tewas diterkam harimau.
Ia ditemukan di Sungai Bal di Hulu Dusun Sri Pengantin Desa Pasenan Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Mura.
Saat ditemukan, kondisinya mengenaskan kepalanya terpisah dari badan dan menderita sejumlah luka cabikan dipunggungnya.
Rizal warga depan rumah korban menceritakan kejadian bermula pagi Jum'at (27/2/2026) kemarin Anan berpamitan dengan istrinya hendak mencari ikan di Sungai Bal.
Sungai Bal berdekatan dengan wilayah Desa Pasenan Sri Pengantin yang merupakan bagian hutan Taman Nasional Kerinci Sebelah (TNKS).
"Infonya tetangganya ada yang mesan ikan, itulah Anan ini berangkat untuk nyari ikan, selain lauk karena ada yang pesan," ungkap Rizal saat dihubungi wartawan.
Kemudian berangkatlah Anan mencari ikan, namun, hingga sore hari Anan belum juga pulang, istrinya mulai khawatir.
Karena biasanya sore hari dapat ikan atau tidak Anan sudah pulang ke rumah.
Mendekati waktu Maghrib, istri Anan memanggil saudaranya untuk ikut menjemput Anan di kebun, karena mengira kemungkinan Anan ketiduran di pondok.
"Berangkat istrinya dan saudaranya, sesampainya di pondok, mereka hanya menemukan nasi yang dibawa Anan dari rumah di dalam pondok," ungkapnya.
Kemudian saudaranya dan istrinya ini memutuskan mencari ke Sungai Bal namun tiada hasilnya.
Singkat cerita informasi hilangnya Anan ini menyebar ke Desa Batugane, kemudian warga berbondong ikut untuk mencari korban.
"Sekitaran pukul 02.00 Wib dinihari almarhum baru di temukan, saat ditemukan sudah tidak bernyawa lagi," ujarnya.
Baca juga: Kronologi Warga Musi Rawas Tewas Diterkam Harimau Saat Cari Ikan, Ditemukan Dalam Kondisi Tak Utuh
Baca juga: Warga Musi Rawas Tewas Diduga Diterkam Harimau Saat Cari Ikan di Sungai Bal, Kondisinya Mengenaskan
Memang Habitat Harimau
Rizal menceritakan wilayah hulu Sungai Bal tempat Anan mencari ikan merupakan habitat harimau dan cerita itu sudah temurun dari mereka zaman dulu.
"Kalau cerito harimau dari dulu sampai sekarang, kalau bertemu langsung belum ado," ungkapnya.
Ikuti dan bergabung dlaam saluran whatsapp Tribunsumsel.com